
Jakarta, CNBC Indonesia - Keadaan yang tidak menentu terhadap perekonomian dalam negeri agaknya mulai menemui titik terang seiring dengan persepsi konsumen dalam negeri yang kembali naik.
Survei Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang dilakukan Bank Indonesia (BI) mengalami kenaikan 2,2 poin menjadi 126,4 dan menjadi yang tertinggi dalam 6 bulan terakhir.
BI mengatakan konsumen lebih optimis terhadap kondisi ekonomi dalam negeri kedepannya, hal ini dipicu persepsi akan ketersediaan lapangan kerja, penghasilan saat ini, dan pembelian barang tahan lama (durable goods).
Pelaku pasar bursa memaknai positif data tersebut dan memborong saham-saham sektor konsumer sehingga indeks sektor konsumer ditutup naik 1,31% dan mendorong IHSG tutup di zona hijau, sebelum data tersebut diumumkan pukul 11:00 hari Selasa (7/1/2020) sektor konsumer sedang memerah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mampu ditutup naik 21 poin (0,35%) ke level 6.279. Transaksi terbilang ramai senilai Rp 6,19 triliun, lebih besar dari hari sebelumnya yang hanya Rp 5,11 triliun. Peningkatan volume disertai kenaikan menandakan optimisme yang meningkat.
Wajar jika pelaku pasar mencermati data tersebut mengingat perekonomian Indonesia saat ini masih ditopang oleh konsumsi masyarakatnya dengan persentase sebanyak 56% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Sementara itu nilai rupiah terhadap Dolar AS kembali bangkit dengan penguatan 0,47% di pasar spot di level Rp 13.870/US$. Sebelumnya rupiah dalam dua hari terakhir tertekan karena faktor global dari ketegangan geopolitik AS-Iran yang tensinya cenderung meningkat.
Hingga pagi ini serangan masih terjadi, seperti dilaporkan Reuters bahwa terdapat serangan yang dilakukan Iran ke wilayah pangkalan udara Al-Asad yang sebagian ditempati pasukan AS.
Dari sisi pasar surat utang dalam negeri, obligasi rupiah pemerintah ditutup menguat pada Selasa (07/01). Seri acuan yang paling menguat adalah FR0081 yang bertenor 5 tahun dengan penurunan yield 2,2 basis poin (bps) menjadi 6,41%.
Penguatan itu juga terjadi setelah pemerintah sukses melakukan lelang perdana surat utang negara (SUN) yang berhasil melepas Rp 20 triliun dan menampung minat Rp 81,54 triliun. Selain itu, pemerintah juga sedang menawarkan obligasi dengan denominasi dolar AS.
|
Yield Obligasi Negara Acuan 7 Jan'20 |
|||||
|
Seri |
Jatuh tempo |
Yield 6 Jan'20 (%) |
Yield 7 Jan'20 (%) |
Selisih (basis poin) |
Yield wajar PHEI 6 Jan'20 (%) |
|
FR0081 |
5 tahun |
6.44 |
6.418 |
-2.20 |
6.3361 |
|
FR0082 |
10 tahun |
7.118 |
7.115 |
-0.30 |
7.0419 |
|
FR0080 |
15 tahun |
7.449 |
7.453 |
0.40 |
7.4207 |
|
FR0083 |
20 tahun |
7.576 |
7.56 |
-1.60 |
7.5226 |
https://ift.tt/2QYKuFj
January 08, 2020 at 02:23PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Geopolitik Panaskan Global, Persepsi Konsumen Jadi Harapan"
Post a Comment