Search

Sinyal Stock Split, Asing Borong BBCA Rp 684 M Sepekan!

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar rencana pemecahan nilai nominal atau stock split dari emiten dengan kapitalisasi terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), akhirnya dimanfaatkan investor asing dan domestik untuk masuk memborong saham bank Grup Djarum ini.

Data perdagangan BEI sepanjang pekan lalu (7-11 Oktober) menunjukkan, saham BBCA berada di urutan teratas saham dengan aksi beli bersih asing terbesar. Investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) Rp 684,10 miliar, mengungguli saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) yang masing-masing net buy Rp 160,29 miliar dan Rp 98,65 miliar.

Besaran aksi beli asing itu bahkan setengahnya terjadi dalam 2 hari perdagangan terakhir, setelah kabar stock split ini ramai di pasar. Total net buy asing sejak awal tahun hingga pekan lalu atau year to date mencapai Rp 2,41 triliun.


Pada Jumat pekan lalu, saham BBCA ditutup naik 0,25% di level Rp 30.625/saham dengan nilai transaksi Rp 250,30 miliar dan volume perdagangan 8,17 juta saham.

Sepekan terakhir, saham BBCA naik 1,32% dan sebulan terakhir naik 1,58%. Tipis, tapi secara year to date saham bank dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar yakni Rp 755 triliun ini menguat hingga 18%.

Tak hanya asing yang belanja, investor domestik juga ikut merogoh kocek untuk memburu saham big caps ini sebesar Rp 171,7 miliar dalam sepekan kemarin.


Lalu apa kata manajemen BBCA?

"Stock split biar dimatangkan dulu," ujar Direktur BCA Santoso kepada CNBC Indonesia saat ditemui dalam acara Kick Off Piala Presiden E-Sports 2020 di Tennis Indoor Senayan, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (13/10/2019).

Saat dikonfirmasi apakah stock split sudah masuk rencana bisnis bank dengan kode saham BBCA tersebut, Santoso belum memberi jawaban perinci. Sebab, menurut dia, banyak hal yang akan dipertimbangkan perseroan untuk memecah nilai nominal saham.


Analis menilai kabar stock split ini direspons pasar mengingat BBCA adalah emiten berkapitalisasi pasar terbesar sehingga rencana yang belum terkonfirmasi ini memberikan hawa segar bagi investor ritel.

Kepala Riset PT Koneksi Kapital Alfred Nainggolan berpendapat, pada prinsipnya tujuan utama dari pemecahan nilai nominal saham agar saham ini lebih mudah dijangkau oleh investor ritel. Dengan rasio yang lebih murah, tentu investor ritel bisa lebih menyerap saham BBCA.

Apalagi menurut Alfred, BBCA saat ini masih memimpin klasemen di BEI sebagai perusahaan degan nilai kapitalisasi pasar terbesar. BBCA juga punya rekam jejak fundamental kinerja yang di mata investor relatif bagus sebagai saham blue chips atau unggulan.

Langkah stock split ini dinilai menjadi momentum bagi BBCA mempertahankan likuiditas BBCA di pasar sesuai historisnya.


"Bisa dikatakan ini lebih kepada mempertahankan likuiditas di tengah market yang relatif berat," kata Alfred Nainggolan, saat wawancara dengan CNBC Indonesia, Jumat (11/10/2019).

Alfred mengakui, situasi pasar belakangan ini masih belum kondusif dan dikepung sejumlah katalis negatif yang menekan pasar saham domestik.

Namun, bila dilihat secara historisnya, bukan kali ini saja emiten perbankan melakukan pemecahan nilai saham, sebelumnya bank pelat merah seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga pernah melakukan stock split dan dinilai cukup berhasil.

Dia pun menilai hal itu menjadi sinyal yang positif jika perusahaan yang dipimpin oleh Jahja Setiaatmadja itu bisa merealisasikan rencananya.

"Dengan stock split, harga saham turun dan marketable. Mereka mengoptimalkan kembali pada harga tertentu sehingga segmen yang lebih kecil lagi investornya bisa masuk," pungkas Alfred.

Rumor stock split, saham BBCA diburu

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)

Let's block ads! (Why?)



https://ift.tt/2MQcqsX
October 14, 2019 at 02:16PM

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "Sinyal Stock Split, Asing Borong BBCA Rp 684 M Sepekan!"

Post a Comment

Powered by Blogger.