Search

AS Mau Depak Emiten China, Peluang IHSG Menguat Masih Ada

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara akumulatif pada pekan lalu turun 0,55%. Saat ditutup pada Jumat (27/9/2019), IHSG juga terkoreksi 33 poin atau minus 0,53% ke level 6.196.

Jelang penutupan perdagangan di akhir kuartal ketiga hari ini, Senin (30/9/2019), Tim Riset CNBC Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat. Rentang pergerakan diperkirakan berada pada level 6.185 hingga 6.275.

Dari bursa saham Amerika Serikat (AS), tiga indeks utama berakhir negatif pada pekan lalu akibat langkah AS yang berencana mempertimbangkan batasan investasi ke China.

Tiga indeks utama pun tergelincir di zona merah: S&P 500 negatif 0,53%, Nasdaq Composite anjlok 1,13%, dan Dow Jones Industrial Average (DJIA) terselip 0,26%.


Pejabat administrasi Gedung Putih dikabarkan sedang membahas cara untuk mengekang keuangan AS di China, termasuk melakukan blok semua investasi Amerika di negara Tirai Bambu, seperti dilansir CNBC International.

Selain itu laporan yang sama menyebutkan pembatasan investasi juga meliputi menghapus pencatatan saham perusahaan China di pasar saham AS dan membatas penggunaan dana pensiun pemerintah di pasar keuangan Negeri Tiongkok.

Meskipun demikian, narasumber CNBC international mengatakan bahwa diskusi mengenai hal tersebut masih dalam tahap awal, namun tindakan tersebut dapat mengirim kejutan ke seluruh pasar keuangan dan melibatkan transaksi  hingga miliaran dolar pada indeks bursa utama.

Dari dalam negeri, sepekan kemarin investor asing keluar dari Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak Rp 1,8 triliun, cukup besar dibandingkan minggu-minggu sebelumnya. Mengingat kondisi global yang tak menentu maka ada potensi hari ini asing masih akan net sell.

Potensi dari pembelian saham guna mempercantik portofolio investasi "window dressing" masih terbuka, mengingat hari ini merupakan hari terakhir pada kuartal ketiga.

Investor institusi seperti manajer investasi, asuransi, dana oensiun dan investor institusi lainnya sedikit banyak akan mencairkan kas mereka guna digunakan mendongkrak underlying portofolio mereka.

Secara teknikal, peluang IHSG kembali menguat masih terbuka pada perdagangan hari ini, mengingat pelemahan yang terjadi Jumat lallu masih jauh dari level terendah.

Volume yang tercipta juga hanya Rp 6,93 triliun, jauh lebih kecil dibandingkan transaksi Kamis yang mencapai Rp 8,2 triliun. Turunnya volume disertai pelemahan IHSG menandakan bahwa koreksi yang terjadi kurang didorong alasan fundamental yang kuat atau hanya profit taking semata di akhir pekan.

Selain itu, IHSG belum menyentuh titik jenuh belinya (overbought), menurut indikator teknikal Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum pergerakan.

Berikut grafik pergerakan selengkapnya:

Hold_HOLDSumber: Tim Riset CNBC Indonesia, Refinitiv

TIM RISET CNBC INDONESIA

 

(yam/tas)

Let's block ads! (Why?)



https://ift.tt/2nOTO3l
September 30, 2019 at 03:38PM

Bagikan Berita Ini

0 Response to "AS Mau Depak Emiten China, Peluang IHSG Menguat Masih Ada"

Post a Comment

Powered by Blogger.