
Keduanya merupakan kader partai Demokrat dan partai Gerindra, yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi oposisi pemerintah. KSP pun mengamini, keduanya berpotensi masuk ke jajaran kabinet.
Sebagai informasi, pada pekan lalu Jokowi secara maraton melakukan pertemuan internal dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
Dalam pertemuan yang digelar secara tertutup itu, Jokowi mengakui bahwa memang ada pembicaraan mengenai kemungkinan bergabungnya oposisi ke dalam koalisi pemerintahan.
Meski demikian, Jokowi menegaskan sampai saat ini belum ada keputusan final mengenai hal itu, termasuk pembicaraan mengenai potensi sejumlah kader oposisi yang masuk ke jajaran menteri di periode kedua pemerintahan.
Susunan kabinet pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin memang sudah dipastikan rampung. Namun, masih terbuka kemungkinan formasi kabinet berubah.
Hal tersebut dikemukakan Jokowi usai menerima perwakilan siswa sekolah dasar Jayapura dan Asmat, Provinsi Papua, di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
"Mungkin ada pertimbangan, masih bisa," kata Jokowi, Jumat (11/10/2019).
Jokowi tak memungkiri pertimbangan perubahan susunan kabinet muncul pasca melakukan pertemuan dengan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jokowi mengamini pertanyaan awak media perihal hal ini.
Momen pertemuan antara Jokowi-SBY hadir di tengah isu merapatnya Demokrat ke dalam koalisi pemerintahan. Partai Demokrat bahkan mengonfirmasi telah melakukan komunikasi dengan Jokowi.
Komunikasi tersebut lantas ditindaklanjuti dengan pengajuan 14 program prioritas Partai Demokrat yang merupakan program untuk lima tahun ke depan yang disebut telah dikomunikasikan dengan pemerintah.
Putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY bahkan telah dikonfirmasi menjadi salah satu kader yang disiapkan Demokrat untuk membantu pemerintahan.
Sementara itu, Edhy Prabowo memang disebut-sebut menjadi satu dari tiga kader yang telah diajukan Gerindra untuk mengisi posisi jajaran menteri, meskipun hal tersebut dibantah tegas oleh perwakilan partai.
CNN Indonesia beberapa waktu lalu pernah menuliskan, Jokowi sendiri sebagai pihak yang meminta Edhy sebagai menteri pertanian. Permintaan itu terjadi sebelum Jokowi dan Prabowo di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, 13 Juli 2019.
Jokowi, menurut sumber CNN Indonesia, meyakini bakal cocok bekerja bersama Edhy dalam mengurusi aspek pertanian dan pangan. Salah satu dasarnya karena Edhy merupakan ketua Komisi IV DPR RI.
Bahkan, masih menurut sumber itu, Prabowo sempat heran ketika Jokowi meminta Edhy untuk menjadi menteri. Prabowo bertanya-tanya apa yang Edhy lakukan selama ini.
"Ed, Ed, kamu ini ada kongkalikong apa? Masa nama kamu disebut Pak Jokowi," ucap dia menirukan Prabowo saat bertanya kepada Edhy beberapa pekan lalu.
Edhy sempat muncul dalam pertemuan antara Jokowi dan Prabowo di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, 13 Juli 2019. Dia bahkan ikut menyantap makan siang di bilangan Senayan bersama Jokowi, Prabowo dan beberapa menteri.
Namun, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Edhy mengaku belum pernah diminta Jokowi secara langsung untuk menjadi menteri.
"Saya baru dengar kabar itu," katanya.
(sef/sef)
https://ift.tt/2oBfuB5
October 16, 2019 at 02:53PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Selain AHY, Kader Gerindra Edhy Prabowo Juga Masuk Kabinet?"
Post a Comment