Namun, kendati demikian, masih ada potensi penurunan harga emas dunia lantaran belum jelasnya kebijakan The Fed. Saat mengumumkan kebijakan moneter dini hari kemarin, The Fed memutuskan memangkas suku bunga 25 basis poin (bps) menjadi 1,75-2%.
Ini merupakan kali kedua bank sentral pimpinan Jerome Powell ini memangkas suku bunga di 2019. Namun, belum jelasnya sikap The Fed membuat arah pergerakan emas masih rentan fluktuatif.
Dikatakan belum jelas karena meski The Fed memangkas suku bunga, tapi tidak semua anggota Federal Open Market Committee (FOMC) yang mendapat jatah voting suku bunga memilih pemangkasan 25 bps.
Dua anggota FOMC tidak setuju The Fed memangkas suku bunga, satu lainnya meminta suku bunga dipangkas 50 bps.
Bahkan untuk arah kebijakan selanjutnya di sisa tahun ini juga menunjukkan perbedaan pendapat dari semua anggota FOMC termasuk yang bukan anggota voting.
Berdasarkan Fed dot plot, lima anggota ingin suku bunga tetap seperti sebelum dipangkas (2-2,25%). Lima anggota lainnya ingin mempertahankan di level saat ini (1,75-2%), dan tujuh anggota ingin memangkas lagi sebesar 25 bps menjadi 1,5-1,75%.
![]() |
Akibat perbedaan perdapat tersebut, pelaku pasar melihat probabilitas suku bunga kembali dipangkas di sisa tahun ini masih belum terlalu besar. The Fed masih akan mengadakan dua kali rapat kebijakan moneter, di bulan Oktober dan Desember.
Untuk harga emas, penurunan harga emas pada Rabu lalu hingga mencapai kisaran US$ 1.484/troy ons akhirnya terhenti pada Kamis kemarin dan harganya kembali naik mendekati level US$ 1.500/troy ons.
Lantas bagaimana analisis teknikal harga emas?
![]() Sumber: investing.com |
Pada grafik harian, emas yang disimbolkan XAU/USD bergerak di kisaran rerata pergerakan (Moving Average/MA) MA 8 hari (garis biru) dan MA 21 hari (garis merah), tetapi masih di atas MA 125 hari (garis hijau).
Indikator rerata pergerakan konvergen divergen (MACD) di wilayah positif tetapi bergerak turun, histogram sudah di wilayah negatif. Emas terlihat mulai kekurangan momentum untuk menguat untuk jangka menengah.
![]() Sumber: investing.com |
Pada time frame 1 jam, emas bergerak di kisaran MA 8 dan MA 21 serta di atas MA 125. Indikator Stochastic masih belum masuk ke wilayah jenuh jual (oversold) maupun jenuh beli (overbought).
Emas kini kembali mendekati level US$ 1.500/troy ons. Kemampuan menembus dan gerakan konsisten di atas level tersebut akan membawa harga emas berpotensi naik ke US$ 1.506/troy ons. Resisten (tahanan atas) selanjutnya jika US$ 1.506 dilewati adalah area US$ 1.512/troy ons.
Sementara jika kembali ke bawah US$ 1.494, emas berpotensi memangkas penguatan dan menguji level US$ 1.490. Penembusan di bawah level tersebut akan membawa emas menguji kembali level US$ 1.484/troy ons. Support (tahanan bawah) selanjutnya berada di level US$ 1.480/troy ons.
Resisten: 1.500, 1.506, 1.512, 1.516, 1.521
Support: 1,494, 1.490, 1.484, 1.480, 1.476
LANJUT HALAMAN 2: Bagaimana nasib emas Antam?
(tas/tas)
https://ift.tt/32RXPDy
September 20, 2019 at 02:17PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "The Fed Masih Galau, Harga Emas Dunia bak Roller Coaster!"
Post a Comment