Search

Sebelum Transaksi, Simak Aksi Korporasi Perusahaan Domestik

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jelang akhir pekan jatuh ke bawah level psikologis 6.000. Di akhir perdagangan kemarin Kamis (28/11/2019), IHSG terkoreksi 1,16% ke level 5.953,06 indeks poin.

Performa IHSG berbanding lurus dengan kinerja bursa saham utama kawasan Asia yang juga kompak mencatatkan koreksi. Indeks Straits Times melemah 0,48%, Shanghai melemah 0,47%, indeks Kospi turun 0,43%, indeks Hang Seng turun 0,22%, dan indeks Nikkei terkoreksi 0,12%.

Terdapat beberapa aksi emiten yang layak disimak untuk dijadikan pertimbangan dalam berinvestasi.


1. 2020, BBCA Suntik Modal Bank Royal Rp 700 M
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berencana menyuntik modal Bank Royal sebesar Rp 700 miliar tahun depan. Rencana ini sudah disiapkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) Bank BCA tahun 2020.

Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim menjelaskan, dengan tambahan modal ini, Bank Royal akan menjadi Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) II dengan modal inti Rp 1 - 5 triliun.

2. Nah Loh, KRAS Mau Jadi Pasien Baru PPA?
PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) punya kans kuat jadi pasien PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero)/PPA. Hal ini terungkap dalam sebuah rapat yang berlangsung di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Direktur Utama KRAS, Silmy Karim mengaku, ada kemungkinan melibatkan PPA untuk menyelamatkan perseroan yang dipimpinnya.

"Jadi Krakatau Steel sendiri kan salah satunya bagaimana menyikapi kaitan dengan neracanya. Kita ketahui bahwa utangnya besar sekali. Ada kemungkinan misalnya kita melibatkan PPA," ungkapnya usai rapat di Kantor Kementerian BUMN, Kamis (28/11/2019).

3. Sah! Zurich Akuisisi 80% Saham Asuransi Adira dari Danamon
Zurich Insurance Group (Zurich) telah menyelesaikan akuisisi 80% kepemilikan saham di PT Asuransi Adira Dinamika dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN). Rampungnya transaksi ini menjadikan Asuransi Adira ini menjadi perusahaan asuransi umum internasional terbesar di Indonesia.

Direktur Utama Bank Danamon Yasushi Itagaki mengatakan Bank Danamon masih menjadi pemegang saham minoritas dari perusahaan tersebut sebesar 20%.

4. Siapa Penerus Gurita Bisnis Properti Grup Ciputra?
Keluarga besar Ciputra mulai menyampaikan sinyal siapa yang akan menjadi penerus kerajaan bisnis properti mereka. Saat konferensi pers yang dilakukan hari ini, Kamis (28/11/2019), keluarga Ciputra menyampaikan rencana bisnis dari perusahaan yang sudah dibangun oleh mendiang Dr (HC) Ir Ciputra.

Managing Director Ciputra Grup Rina Ciputra Sastrawinata yang juga merupakan putri tertua Ciputra menyampaikan hal tersebut.

5. Gandeng Softbank Lippo Bangun Smart City, Meikarta?
PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) bekerja sama dengan Softbank Corp. untuk mengembangkan smart city untuk mendigitalisasi kawasan yang dikembangkan oleh perusahaan milik Lippo Group ini. Penerapan konsep tersebut akan mulai diimplementasikan di awal 2020 mendatang.

CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan pengembangan digitalisasi di kawasan yang dikelolanya untuk meningkatkan kepuasan konsumen. Oleh sebab itu Lippo Karawaci menggandeng perusahaan asal Jepang ini karena memiliki visi pengembangan yang sama.

6. Resmi Masuk Saham Syariah, Eh...Saham ANDI Malah Disuspensi
Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (suspensi) saham emiten perkebunan PT Andira Agro Tbk (ANDI) mulai sesi I Kamis ini (28/11/2019) seiring dengan terjadinya penurunan harga kumulatif yang signifikan pada saham perusahaan tersebut.

Data BEI mencatat, hingga penutupan perdagangan Rabu kemarin (27/11/), saham ANDI ambles 25,37% sepekan terakhir, sebulan terjun 69% dan year to date terkoreksi tajam hingga 75% di level Rp 100/saham. Emiten ini baru tercatat di BEI pada 16 Agustus 2018 dengan menawarkan harga saham perdana (IPO) di level Rp 200/saham.

7. Mulai Cetak Untung, MRT Bakal IPO pada 2022
Baru beroperasi selama 9 bulan, PT MRT Jakarta mencatatkan neraca keuangan yang cukup positif. BUMD ini pun berencana go public atau melakukan penawasan saham perdana (initial public offering/IPO) pada 2022.

Hal itu pun diungkapkan oleh Direktur Utama MRT Jakarta, WIlliam Sabandar saat presentasi 'Mengawal Keberlanjutan' di Gedung MRT lt 22, Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Rabu (27/11/2019).

8. Wah! Kejaksaan Temukan Ada Dugaan Tindak Korupsi di Jiwasraya
Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menemukan adanya dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) untuk periode 2014-2018. Dugaan tindak korupsi ini dilakukan melalui produk Bancassurance dan Aliansi Strategis dengan menawarkan bunga yang dinilai cenderung di atas rata-rata.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati DKI Jakarta M. Nirwan Nawawi mengatakan hal ini didasarkan atas banyak pengaduan masyarakat yang disampaikan ke Kejaksaan.
(hps/hps)

Let's block ads! (Why?)



https://ift.tt/2OtJclp
November 29, 2019 at 03:18PM

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Sebelum Transaksi, Simak Aksi Korporasi Perusahaan Domestik"

Post a Comment

Powered by Blogger.