Untuk perdagangan hari ini Jumat (20/9/2019), Tim Riset CNBC Indonesia memperkirakan IHSG akan kembali berakhir dengan pelemahan melihat sentimen yang ada serta arah teknikalnya. Rentang pergerakannya diperkirakan berada pada level 6.225 hingga 6.385.
Dari bursa Wallstreet Amerika Serikat (AS), tiga indeks utama ditutup cenderung stagnan. indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun 0,19%, indeks S&P 500 terangkat tidak berubah, dan Nasdaq naik tipis 0,07%.
Wall Street mengawali perdagangan dengan bergerak di zona hijau, tetapi kabar perundingan dagang AS-China membuat penguatan tersebut terpangkas. Dilansir South China Morning Post, Penasehat Gedung Putih, Michael Pillsbury mengatakan Presiden AS, Donald Trump, siap menaikkan tarif impor lagi jika kesepakatan dagang dengan China tidak segera tercapai, ia juga mengatakan tarif yang berlaku saat ini merupakan "level rendah".
"Apakah presiden memiliki opsi untuk menaikkan tarif? Iya, tarif bisa dinaikkan lebih tinggi. Tarif saat ini masih rendah, dan bisa naik 50% atau 100%" kata Pillsbury dalam sebuah wawancara di Hong Kong.
Wall Street terus memangkas penguatan setelah Hu Xijin, editor koran yang dimiliki Partai Komunis China mengatakan Tiongkok tidak akan terburu-buru untuk mencapai kesepakatan dagang.
"Baik China maupun AS harus menghargai perundingan saat ini, Banyak pejabat AS salah membaca niat baik China, dan menganggap hal tersebut sebagai kelemahan Pemerintah Beijing. China tidak suka berbicara keras sebelum negosiasi, tapi saya tahu China tidak gegabah dalam mencapai kesepakatan seperti yang dipikirkan AS" kata Hu Xijin melalui akun Twitternya.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan suku bunga acuan BI 7 Day RR sebanyak 25 basis poin menjadi 5,25%. Hal ini seharusnya berdampak positif bagi pasar saham, tetapi pelaku pasar sudah menyesuaikannya sehari sebelum pengumuman yang membuat IHSG kemarin berakhir dengan penguatan.
Secara teknikal, fluktuasi pada IHSG diperkirakan kembali terjadi pada hari ini. Potensi penurunan masih ada seiring terbentuknya pola bearish harami yang menggambarkan pelemahan.
Penurunan volume akhir-akhir ini juga menggambarkan bahwa pasar saham sedang kurang bergairah. Transaksi saham kemarin hanya mencapai Rp 7.75 triliun, lebih rendah dari transaksi sebelumnya yang mencapai Rp 7,86 triliun.
![]() |
https://ift.tt/31BbbUh
September 20, 2019 at 02:38PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Ada Sinyal Pelemahan, IHSG Akhir Pekan Berpotensi Terkoreksi"
Post a Comment