Aksi borong saham pada awal tahun oleh investor asing lagi-lagi menjadi pendorong penguatan IHSG. Asing mencatatkan beli bersih senilai Rp 1,4 triliun di pasar reguler. Hal ini menjadikan inflow asing di bursa saham mencapai Rp 6,07 triliun hingga tahun berjalan (year to date).
Sektor keuangan lagi-lagi bangkit dan mendorong IHSG naik lebih tinggi dengan penguatan 0,38%. Sentimen positif datang dari Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan digelar esok hari.
Dalam RDG yang akan digelar pada Kamis 17 Januari pukul 14:00 WIB tersebut, BI akan mengumumkan kebijakan suku bunga terbarunya. Saat ini BI 7 Day RR berada di level 6%, tingkat bunga penempatan di level 5,25% dan tingkat bunga fasilitas pinjaman berada di 6,75%.
Pada awal pekan ini Otoritas Jasa Keuangan juga mengumumkan data pertumbuhan kredit. Data kredit pada Desember 2019 tercatat tumbuh 12,9% atau lebih tinggi dari November yang hanya 12,05%.
Secara teknikal, IHSG masih konsisten di jalur kenaikan (uptrend). Penguatan yang terjadi mengkonfirmasi trend tersebut, hingga mampu mempertahankan level psikologisnya di 6.400.
Sumber: Refinitiv |
Terbentuknya pola doji pada grafik lilin, menggambarkan bahwa IHSG saat ini cenderung masih melakukan konsolidasi pergerakan. Artinya masih akan cenderung bergerak variatif selama beberapa hari.
TIM RISET CNBC INDONESIA (yam/tas)
http://bit.ly/2ss6rR4
January 16, 2019 at 11:48PM
Bagikan Berita Ini
Sumber: Refinitiv
0 Response to "Hampir Memerah, IHSG Malah Cetak Rekor Baru"
Post a Comment