Search

Inflasi di Bawah Ekspektasi, Asing Borong Saham Bank

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor asing memborong saham-saham bank BUKU IV, setelah Badan Pusat Statistik mengumumkan angka inflasi Januari 2019 di bawah konsensus.

Selain itu, kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (the Fed) yang mempertahankan suku bunga acuan atau Fed Funds Rate (FFR) kemarin juga menjadi katalis bagi investor asing.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) diborong investor asing dengan nilai net buy (beli bersih) Rp 78,26 miliar. Harga saham bank dengan nilai aset terbesar di Bursa Efek Indonesia ini naik 1,56% ke level Rp 3.910/saham.

Selama 2018, BRI meraih laba sebesar Rp 32,4 triliun, tumbuh 11,6% dibandingkan 2017. Raihan laba 2018 membuat Bank BRI mempertahankan predikat sebagai bank paling menguntungkan di Indonesia.


Asing juga memburu saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebanyak Rp 23,85 miliar. Harga saham Bank Mandiri naik 1,01% ke level Rp 7.525/saham dengan volume transaksi 17,99 juta saham senilai Rp 134,16 miliar.

Bank Mandiri juga baru menyampaikan laporan keuangan dan berhasil mencetak laba bersih Rp 25 triliun pada 2018. Angka ini naik 21,1% dibandingkan tahun lalu.

Lalu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang tercatat diborong pemodal asing senilai Rp 18,12 miliar. Harga saham BCA naik 1,15% ke level Rp 28,500/saham, volume transaksi sebanyak 4,61 juta saham senilai Rp 130,26 miliar.

BCA merupakan bank swasta terbesar, dan saat ini tercatat sebagai emiten dengan nilai kapitalisasi saham terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Akumulasi beli yang dilakukan asing terhadap saham bank tersebut dikarenakan rilis inflasi yang disampaikan BPS. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis indeks harga konsumen Januari 2019 terjadi inflasi sebesar 0,32% (month to month/MoM), sementara secara tahunan atau year on year (YoY) sebesar 2,82% tingkat inflasi di Januari 2019.

Laju inflasi tersebut di bawah konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan laju inflasi mom di 0,5%. Sementara inflasi YoY ada di 3,01% dan inflasi inti YoY adalah 3,07%.

Ini membuat perbankan pede, karena ada ekspektasi Bank Indonesia (BI) tidak akan menaikkan suku bunga acuan. (hps/tas)

Let's block ads! (Why?)



http://bit.ly/2BdvP1D
February 01, 2019 at 05:22PM

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Inflasi di Bawah Ekspektasi, Asing Borong Saham Bank"

Post a Comment

Powered by Blogger.