
"Tentu kami sudah mendengar kabar tersebut. Namun, BRI tidak termasuk dalam kelompok Bank tersebut," ujar Sekretaris Perusahaan BRI Bambang Tribaroto kepada CNBC Indonesia, Kamis (17/1/2019).
Bambang Tribaroto menambahkan gelombang pengurangan karyawan bukan hanya terjadi di perbankan tetapi juga industri lain. Berkurangnya kebutuhan perusahaan atas SDM untuk pekerjaan yang sifatnya relatif sederhana sudah cukup umum terjadi.
"Di era saat ini, kami rasa perkembangan teknologi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi [PHK massal]. Industri perbankan dan industri lainnya mengalami pergeseran ke arah pemanfaatan teknologi," jelas Bambang.
"Teknologi mampu menggantikan beberapa aspek pekerjaan yang relatif sederhana dan bersifat rutin, sehingga manusia bisa lebih fokus menangani pekerjaan yang sifatnya lebih kompleks. Namun demikian, kami rasa terdapat faktor lain yang membuat perusahaan mengambil keputusan tersebut."Bambang Tribaroto menjelaskan BRI sendiri sedang banyak menjalankan inisiatif yang berbasis teknologi, seperti pembuatan aplikasi, re-engineering business process, dan lain-lain. BRI memastikan manajemen tidak memiliki rencana untuk melakukan PHK terhadap para karyawan yang pekerjaannya akan atau telah digantikan oleh teknologi.
" Kami lebih berfokus pada upaya re-skilling karyawan dan shifting karyawan dari jabatan-jabatan yang sifat pekerjaannya administratif ke pekerjaan yang menghasilkan revenue bagi perusahaan," terangnya.
(roy/roy)http://bit.ly/2RYdsaU
January 18, 2019 at 01:52AM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Soal Tsunami PHK di Perbankan, Ini Respons BRI"
Post a Comment