
Dalam data yang dimiliki Jarkom SP Perbankan, tercatat sejak 2016 sudah sebanyak 50.000 karyawan bank kena PHK. Hal ini terjadi sampai akhir 2018 kemarin.
"Ini termasuk di seluruh daerah. Banyak sekali yang kena PHK," ujar Abdoel Mujib, Narahubung dari Jarkom SP Perbankan, Rabu (16/1/2019).
Kekhawatiran ini seolah-oleh mengkonfirmasi pernyataan dari Vikram Pandit, Mantan Chief Executive Officer Citigroup Inc era 2007-2012.
"Semua bisa dilakukan dengan artificial intelligence, robotica dan natural language, semua itu akan membuat proses semakin mudah. Hal-hal ini akan mengubah back office," ujarnya dalam wawancara Bloomberg Television seperti dikutip dari Fortune, Rabu (16/1/2019).
Di Amerika, menurut catatan Citigroup, angka penurunnya sampai 770 ribu. Sementara di Eropa sampai angka 1 juta.
CNBC Indonesia mencoba mengangkum beberapa pekerjaan yang mungkin hilang dari perbankan karena penerapan teknologi:
1. Costumer Service
Chatbot sebenarnya bukan teknologi baru, tetapi chatbot menggunakan artificial intellegence akan segera menggantikan posisi costumer service. Dengan chatbot, nasabah bisa berinterasi tanpa manusia.
2. Teller
Masa depan posisi teller memang terancam sejak muncul mobile banking dan internet banking. Kedua teknologi ini membuat banyak nasabah malah pergi ke bank. Dengan pengembangan teknologi selanjutnya posisi teller bisa punah.
3. Analis Kredit
Digitalisasi credit scoring akan membuat pekerjaan analis kredit tergantikan komputer. Credit scoring sudah banyak diterapkan oleh fintech di Indonesia. Teknologi ini juga mempercepat penilaian dan proses persetujuan kredit
4. Telemarketer
Telemarketer merupakan seseorang yang bertugas memasarkan sesuatu lewat jalur telepon. Profesi ini sangat mudah digantikan oleh robot yang bisa berbicara.
http://bit.ly/2FvVUNr
January 16, 2019 at 07:23PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Tsunami PHK, Profesi Ini akan Hilang dari Perbankan"
Post a Comment