Biro Statistik Nasional merevisi PDB akhir 2017 menjadi 82,08 triliun yuan (US$12,11 triliun atau sekitar Rp 173.498 triliun), turun 636,7 miliar yuan dari angka awal.
Revisi dilakukan menjelang rilis angka pertumbuhan awal PDB untuk kuartal terakhir dan setahun penuh 2018, yang akan dirilis di hari Senin pekan depan.
Julian Evans-Pritchard, ekonom senior China di Capital Economics, memberikan pendapatnya mengenai revisi 2017 itu.
"Hanya karena angka PDB sangat stabil (di China) membuat ini tampak seperti masalah besar. Tapi saya tidak berpikir itu benar-benar mengubah apa pun," ujarnya, dilansir dari Reuters.
![]() |
Evans-Pritchard mengatakan pemotongan itu memperlihatkan adanya "toleransi yang lebih besar untuk mempublikasikan angka pertumbuhan yang lebih rendah", yang menunjukkan China "mungkin bersedia untuk tidak melonggarkan kebijakan secara agresif, karena mereka bersedia mentolerir pertumbuhan yang lebih lambat."
Analis memperkirakan Beijing akan meluncurkan lebih banyak langkah stimulus untuk menopang penurunan pertumbuhan, tetapi otoritas China telah berulang kali mengatakan pemerintah tidak akan menggunakan stimulus besar-besaran.
Beberapa sumber telah mengatakan kepada Reuters bahwa China berencana untuk menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah di sekitar 6%-6,5% pada 2019.
Data akhir 2017 menunjukkan sektor sekunder, manufaktur dan konstruksi yang menyumbang 40% dari PDB, tumbuh 5,9% pada 2017 menjadi 33,3 triliun yuan. Angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan awal biro yang sebesar 6,1%.
Pertumbuhan dalam layanan teknologi informasi, sektor dengan pertumbuhan tercepat di tahun 2017, direvisi turun 4,2 poin persentase menjadi 21,8%, dengan output sebesar 2,64 triliun yuan.
Estimasi pertumbuhan untuk sektor konstruksi, keuangan dan leasing semuanya direvisi turun, melansir Reuters.
Jajak pendapat Reuters terbaru memperkirakan pertumbuhan setahun penuh untuk 2018 adalah 6,6% dan 6,3% tahun ini.
(prm)
http://bit.ly/2QTqsd3
January 18, 2019 at 09:07PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "China Turunkan Angka Pertumbuhan 2017, Pertanda Buruk?"
Post a Comment