Search

Mari Elka: Produktivitas Sektor Jasa RI Rendah

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebijakan investasi yang restriktif di sektor jasa dinilai menghambat potensi ekspor jasa. Demikian disampaikan mantan menteri perdagangan sekaligus peneliti senior Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Mari Elka Pangestu di Auditorium CSIS, Rabu (16/1/2019).

Mari mengungkapkan, saat ini produktivitas sektor jasa RI relatif lebih rendah dibandingkan negara lainnya di ASEAN, di mana Indonesia masih berkutat di sektor jasa tradisional seperti konstruksi dan perdagangan. Pengurangan restriksi secara bertahap akan membuat sektor jasa RI lebih kompetitif.

Data Services Trade Restrictiveness Index OECD 2017 menunjukkan, sektor jasa di Indonesia relatif lebih tertutup dan kurang produktif. Sebagai contoh, perdagangan jasa di bidang hukum di Tanah Air termasuk yang paling restriktif bagi investasi asing, dengan indeks 0,9 dibanding rata-rata negara anggota OECD sebesar 0,4.


Setelahnya, jasa distribusi di RI memiliki indeks restriksi 0,6, jauh lebih tinggi dari negara-negara anggota OECD sebesar 0,2. Selanjutnya ada sektor jasa asuransi, perbankan komersial, serta transportasi maritim dan udara, di mana RI memiliki indeks restriksi 0,5, di atas rata-rata negara anggota OECD sebesar 0,2.

Foto: Organisation for Economic Co-operation and Development (iisd.org)

"Mengapa orang Indonesia banyak menyekolahkan anaknya ke Malaysia? Karena Malaysia punya kebijakan membuka sektor pendidikannya dengan mengundang universitas dari luar negeri membuka kampus bersama di negaranya. Di sektor kesehatan juga sama," jelas Mari.

Padahal, lanjut dia, tenaga kerja Indonesia sendiri menyumbang devisa sekitar US$ 8,8 miliar di tahun 2017. Jumlah TKI ini tidak hanya pembantu rumah tangga (PRT) dan buruh yang bekerja di perkebunan sawit, namun jumlah pekerja profesional juga terus meningkat.

"Jadi potensi ekspor jasa kita luar biasa besar, tapi belum bisa dimanfaatkan karena kebijakan kita sendiri restriktif untuk investasi di sektor jasa. Kita masih di bawah India, Bangladesh, apalagi Filipina dalam hal ekspor tenaga kerja," tegasnya.


Pengamat dari Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), Dionisius Narjoko menyebutkan, sektor jasa yang dibuka bagi investasi asing berpotensi meningkatkan pertumbuhan PDB Indonesia hingga 2 persen.

Proses peningkatan PDB terjadi karena investasi jasa memfasilitasi perubahan perekonomian di tingkat global dan akhirnya memfasilitasi investasi jangka panjang (foreign direct investment) untuk masuk.

"Ini bisa terjadi apabila agenda ke depan untuk mengintegrasikan sektor jasa di kawasan ASEAN terjadi secara sempurna. Jadi, sektor jasa nggak bisa dianggap remeh," ujarnya.

(miq/miq)

Let's block ads! (Why?)



http://bit.ly/2CrMcaI
January 16, 2019 at 09:50PM

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "Mari Elka: Produktivitas Sektor Jasa RI Rendah"

Post a Comment

Powered by Blogger.