
"Saya nggak berhak komentar siapa pak Prabowo, tapi kalau dibilang bangkrut mungkin saya sudah tidak di sini," ungkap Bos Garuda yang akrab disapa Ari Ashkara ini, Selasa (15/1/2019).
Dia menegaskan, Garuda merupakan satu-satunya perusahaan di bidang angkutan penerbangan yang terbuka menyampaikan laporan keuangan. Karena itu, publik bisa menilai sendiri sejauh apa kinerja Garuda dari waktu ke waktu.
"Garuda terbuka, keterbukaan harus dibuka, termasuk kerugiannya. Setiap tiga bulan kita cantumkan kerugian berapa. Akhir Februari atau Maret [2019] kita buka lagi laporan per Desember [2018]. Kita nggak ada yang ditutup tutupi. Struktur cost setiap public expose kita sampaikan," urainya.
Menurut laporan keuangan per Oktober 2018, Garuda Indonesia masih mencatat rugi bersih hingga US$ 110,2 juta. Kerugian ini menurun hingga 50 persen ketimbang rugi periode yang sama pada 2017, US$ 221 juta.
Meski mengalami rugi, Garuda masih mencatat pertumbuhan pendapatan hingga US$ 209,3 juta atau tumbuh 4 persen dibandingkan periode sama 2017 lalu sebesar US$ 201,3 juta.
Sebelumnya, Prabowo Subianto kembali melontarkan kritikan perihal performa badan usaha milik negara (BUMN) pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Kritikan itu disampaikan saat Prabowo menyampaikan Pidato Kebangsaan di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019). Turut mendampingi Prabowo, yaitu calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno.
"BUMN, Pertamina, Garuda Indonesia, the flag carrier of Republic of Indonesia, sekarang dalam keadaan bangkrut," ujar Prabowo. (gus)
http://bit.ly/2FtCyIL
January 15, 2019 at 11:06PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Disebut Prabowo Bangkrut, Ini Jawaban Bos Garuda"
Post a Comment