
Pada Rabu (30/1/2019) pukul 09:05 WIB, US$ 1 dihargai Rp 14.115. Rupiah melemah 0,18% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Kala pembukaan pasar, rupiah melemah tipis 0,01%. Rupiah kemudian sempat menguat tipis 0,04%, tetapi penguatan itu ternyata hanya bertahan sebentar.
Bahkan sepertinya rupiah mulai 'nyaman' di zona merah. Rupiah pun menyentuh titik terlemahnya sejak 24 Januari.
Kini rupiah bergabung ke kelompok minoritas mata uang Asia yang melemah di hadapan greenback. Selain rupiah, anggota kelompok tersebut hanya rupee India.
Bahkan dengan depresiasi 0,18%, rupiah menjadi mata uang terlemah di Benua Kuning. Dalam hal melemah di hadapan dolar AS, rupiah jawaranya.
Berikut perkembangan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama Asia pada puku 09:10 WIB:
Harga minyak sepertinya masih menjadi beban bagi langkah rupiah. Pada pukul 09:12 WIB, harga minyak jenis brent dan light sweet sama-sama naik 0,02%. Dini hari tadi, harga si emas hitam melonjak sampai ke kisaran 2%.
Saat harga minyak naik, biaya impornya jadi semakin mahal sehingga mengancam neraca perdagangan dan transaksi berjalan (current account). Rupiah akan kekurangan pasokan devisa sehingga berpotensi melemah.
Selain itu, rupiah yang sebelumnya sudah menguat tajam rentan terserang ambil untung. Sejak awal tahun hingga kemarin, rupiah sudah menguat nyaris 2%.
Penguatan rupiah yang lumayan ini membuatnya rawan koreksi teknikal. Koreksi itu bisa terjadi kapan saja, kemarin dan mungkin berlanjut sampai hari ini.
TIM RISET CNBC INDONESIA
http://bit.ly/2Rq5H8Y
January 30, 2019 at 04:22PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Dolar AS Tembus Rp 14.100, Rupiah Kini Terlemah di Asia"
Post a Comment