Dalam usaha meraih simpati parlemen malam ini, posisi Theresa May digoyang oleh Partai Buruh. Jeremy Corbyn, Pemimpin Partai Buruh, menegaskan pihaknya akan mendorong pelaksanaan pemilu yang dipercepat pada Februari atau Maret. Sedianya pemilu di tersebut akan dilakukan pada 2022.
Jika kemudian dalam Pemilu tersebut Partai Buruh menjadi pemenang, maka Corbyn mengusulkan negosiasi ulang dengan Uni Eropa. Dia menilai masih ada waktu sebelum London resmi berpisah dengan Brussel pada 29 Maret mendatang.
Ketidakpastian politik di Inggris ini membuat pasar memilih bermain aman. Pelaku pasar nampak kembali ke instrumen aman (safe haven) yaitu dolar AS.
Secara teknikal, Wajar jika GBP mengalami koreksi mengingat posisinya sudah memasuki wilayah jenuh belinya (overbought), berdasarkan indikator teknikal stochastic slow.
Sumber: Refinitiv |
Meskipun demikian, pergerakan GBP secara jangka pendek masih lebih unggul terhadap dolar AS. Hal ini terlihat dari posisinya yang bergerak di atas nilai rata-ratanya selama lima hari (moving average/MA5).
Secara pergerakan tren, GBP dalam tren kenaikan terhadap dolar AS. Hal ini terlihat dari pergerakan grafik yang membentuk puncak-puncak yang lebih tinggi.
(yam/yam)
http://bit.ly/2Fw3Yh4
January 16, 2019 at 03:01AM
Bagikan Berita Ini
Sumber: Refinitiv
0 Response to "Poundsterling Mulai Lemah Jelang Voting Brexit"
Post a Comment