
Pada Selasa (11/6/2019), US$ 1 dihargai Rp 14.240 kala pembukaan pasar spot. Rupiah menguat tipis 0,04% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Penguatan rupiah yang begitu tipis ini agak mengkhawatirkan. Risiko rupiah untuk berbalik arah ke jalur merah cukup besar, tidak bisa dinafikan.
Apalagi rupiah sudah menguat lumayan tajam selama beberapa waktu terakhir. Sejak akhir Mei, apresiasi rupiah mencapai 1,04% sehingga rentan untuk mengalami koreksi teknikal.
Benar saja, tidak lama setelah pembukaan pasar rupiah pun melemah. Pada pukul 08:17 WIB, US$ 1 setara dengan Rp 14.250 di mana rupiah melemah 0,04%. Energi rupiah yang sudah sangat tipis itu habis.
Pagi ini, mata uang utama Asia bergerak variatif di hadapan dolar AS. Selain rupiah, mata uang yang juga melemah adalah yuan China, yen Jepang, dan dolar Taiwan.
Sementara yang mampu menguat adalah dolar Hong Kong, rupee India, ringgit Malaysia, peso Filipina, dolar Singapura, dan baht Thailand. Namun, penguatan berbagai mata uang tersebut relatif terbatas. Oleh karena itu, mata uang Asia harus selalu waspada karena dolar AS bisa 'mengamuk' kapan saja.
Berikut perkembangan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama Benua Kuning pada pukul 08:22 WIB:
(BERLANJUT KE HALAMAN 2)
(aji/aji)
http://bit.ly/31nP8AN
June 11, 2019 at 03:42PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Dibuka Menguat, Rupiah Kini Malah Lesu"
Post a Comment