Search

BOJ Belum akan Beri Stimulus, Yen Tekuk Dolar AS

Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang yen Jepang mengawali perdagangan Senin (29/7/19) di wilayah positif melawan dolar Amerika Serikat (AS) setelah pekan lalu mencatat pelemahan serta berada di level terlemah dua pekan.

Bank of Japan (BOJ) yang akan mengumumkan kebijakan moneter Selasa (30/7/19) besok menjadi fokus para trader forex, dan berpeluang menguatkan yen.

Pada pukul 6:58 WIB yen diperdagangkan di kisaran 108,61 atau menguat 0,04% di pasar spot, melansir data Refinitiv.

Analis dari Wells Fargo memprediksi BOJ belum masih akan mempertahankan suku bunga acuannya dan tidak akan ada tambahan stimulus dalam waktu dekat, mengutip fxstreet.com.

"Tidak seperti bank sentral utama lainnya, BOJ tidak banyak memberikan sinyal pelonggaran moneter dalam waktu dekat. Pada taraf tertentu, ini mencerminkan terbatasnya opsi kebiajakan moneter yang dimiliki BOJ. Meski inflasi masih jauh di bawah target 2%, tetapi ekonomi Jepang sedikit menunjukkan perkembangan, misalnya rasio populasi-tenaga kerja yang meroket sejak awal 2013" kata analis tersebut, mengutip fxstreet.com.

Hal ini tentunya menjadi sentimen positif bagi yen, mengingat bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) hampir pasti akan memangkas suku bunganya pada 31 Juli (1 Agustus waktu Indonesia).

Berdasarkan piranti FedWatch milik CME Group pagi ini, pasar kini melihat ada probabilitas sebesar 80,1% The Fed akan memangkas suku bunga 25 basis poin (bps) menjadi 2,0%-2,2%, dan probabilitas sebesar 19,9% suku bunga dipangkas 50 bps menjadi 1,75%-2,0%.

Jika ditotal, probabilitas tingkat suku bunga acuan dipangkas (baik itu 25 bps maupun 50 bps) sudah mencapai 100%. Ini berarti pelaku pasar 100% yakin suku bunga The Fed akan dipangkas.

Selain itu, yen juga menjadi incaran pelaku pasar setelah aksi protes mengenai aturan ekstradisi di Hong Kong masih terus berlanjut dan berujung rusuh. Yen merupakan mata uang yang menyandang status safe haven sehingga ketika terjadi gejolak geopolitk, Mata Uang Jepang ini akan menjadi aset alih risiko pelaku pasar.

Data dari Jepang pagi ini menunjukkan penjualan ritel bulan Juni tumbuh 0,5% year-on-year (YoY) di bulan Juni, melambat dari bulan sebelumnya 1,3%. Meski demikian rilis tersebut masih lebih bagus dari prediksi di Forex Factory sebesar 0,2%.

Serangkaian sentimen positif tersebut berpotensi membuat yen menekuk dolar AS sepanjang perdagangan hari ini. 

TIM RISET CNBC INDONESIA (pap/hps)

Let's block ads! (Why?)



https://ift.tt/2Ybjgl5
July 29, 2019 at 03:43PM

Bagikan Berita Ini

0 Response to "BOJ Belum akan Beri Stimulus, Yen Tekuk Dolar AS"

Post a Comment

Powered by Blogger.