Search

Trump "Ancam" China (Lagi) dan Dag Dig Dug Kebijakan The Fed

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia cenderung mixed pada perdagangan hari ke-2 pekan ini, Selasa (30/07/2019). Pasar saham mengalami penguatan, rupiah stagnan, dan pasar obligasi mengalami koreksi harga.

IHSG kemarin ditutup positif dengan persentase penguatan cukup cantik sebesar 1,23% pada level 6.376. Sementara bursa utama kawasan Asia juga terapresiasi, seperti: Nikkei 225 positif 0,43%, Hang Seng naik 0,14%, Shanghai Composite terangkat 0,39%, Kospi bertambah 0,45%, dan Strait Times plus 0,12%.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak mengalami perubahan nilai alias sama dengan penutupan pasar spot kemarin di harga Rp 14.015/$AS. Mata Uang Garuda sempat sempat terjerat di zona merah hingga berhasil keluar dari zona tersebut.

Meskipun rupiah selamat tidak sampai terdepresiasi, sebetulnya mata uang Asia sedang bergerak menguat terhadap dolar sehingga rupiah hanya menempati posisi bawah, hanya lebih baik dari ringgit Malaysia yang melemah 0,12%.

Rupiah mampu memangkas pelemahan setelah Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merilis angka realisasi investasi kuartal-II 2019 dengan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) atau foreign direct investment (FDI) tumbuh 9,61% secara tahunan (year-on-year/YoY), yang menandai pertumbuhan pertama dalam lima kuartal. Dalam empat kuartal sebelumnya, realisasi PMA selalu jatuh secara tahunan.


Di pasar obligasi pemerintah, imbal hasil (yield) sebagian besar mengalami kenaikan, yang menandakan harga obligasi sedang turun akibat banyak dilepas para pelaku pasar. Ada empat seri yang biasanya menjadi acuan para pelaku pasar, yakni: FR0077 bertenor 5 tahun, FR0078 bertenor 10 tahun, FR0068 bertenor 15 tahun, dan FR0079 bertenor 20 tahun.

Seri acuan yang paling melemah adalah FR0077 yang bertenor 5 tahun dengan kenaikan yield 7 basis poin (bps) menjadi 6,76%, disusul FR0078 bertenor 10 tahun naik 5,6 bps menjadi 7,31, kemudian FR0068 bertenor 15 tahun naik 3,7 bps menjadi 7,61, dan FR0079 bertenor 20 tahun naik 2,5 bps menjadi 7,80. Besaran 100 bps tersebut setara dengan 1%. Berikut tabel selengkapnya:

Seri Jatuh tempo Yield 30 Jul'19 (%) Selisih (basis poin)
FR0077 5 tahun 6.764 7.00
FR0078 10 tahun 7.313 5.60
FR0068 15 tahun 7.619 3.70
FR0079 20 tahun 7.802 2.50
Avg movement 4.70
Sumber: Refinitiv

Dua tema besar yang berasal dari faktor eksternal berikut perlu diperhatikan pelaku pasar keuangan dalam negeri, pertama terkait pertemuan para Pejabat AS dengan Pejabat China di Shanghai dan rapat dari Bank sentral AS atau the Fed yang akan menentukan suku bunganya Kamis esok pukul 01:00 WIB.

Dari perang dagang, AS dan China kembali berunding setelah perundingan sempat macet pada bulan Mei. Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Trump mengatakan pembicaraan dengan China berjalan baik, tetapi Amerika Serikat akan "membuat kesepakatan yang sangat baik atau tidak sama sekali."

"Kita akan lihat apa yang terjadi," katanya kepada wartawan.

Trump memperingatkan China agar tidak menunggu masa jabatan pertamanya selesai untuk membuat kesepakatan perdagangan. Jika ia memenangkan pemilihan ulang pada kontes presiden AS November 2020, hasilnya mungkin bukan kesepakatan tetapi kemungkinan lebih buruk.

"Masalah dengan mereka menunggu ... adalah bahwa jika dan ketika saya menang, kesepakatan yang mereka dapatkan akan jauh lebih sulit daripada apa yang kita negosiasikan sekarang ... atau tidak ada kesepakatan sama sekali," kata Trump dalam sebuah postingannya di Twitter.

Trump mengatakan China tampaknya mundur dari janji membeli produk pertanian A.S., yang menurut pejabat AS bisa menjadi isyarat dari niat baik China dan bagian dari pakta yang terakhir.

"China ... seharusnya mulai membeli produk pertanian kami sekarang - tidak ada tanda-tanda bahwa mereka melakukannya. Itulah masalah dengan China, mereka hanya tidak menjalaninya," lanjut Trump dalam serangkaian tweet.

Pelaku pasar kini juga dihadapkan pada kebijakan suku bunga dari the Federal Reserve yang akan diumumkan tanggal 31 Juli waktu setempat. Mengutip situs resmi CME Group, probabilitas pemangkasan suku bunga acuan the Fed sebesar 25 bps pada pukul 05:53 WIB sebesar 79,1%. Naik dari probabilitas kemarin pada level 78,1%. Pemangkasan 50 bps akan menjadi kejutan, tapi kemungkinan terjadinya kecil.

Next >>> (yam/yam)

Let's block ads! (Why?)



https://ift.tt/2ynjNkv
July 31, 2019 at 02:00PM

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Trump "Ancam" China (Lagi) dan Dag Dig Dug Kebijakan The Fed"

Post a Comment

Powered by Blogger.