Search

Demi Sawit, RI Siapkan Jurus Melawan Uni Eropa

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan strategi terkait rencana Uni Eropa (UE) mengenakan bea masuk anti subsidi (BMAS) biodisel kepada eksportir Indonesia. Besaran pengenaan bea masuk anti subsidi oleh UE sebesar 8%-18%.

Darmin menyebutkan, pemerintah juga siap membawa masalah ini ke organisasi perdagangan dunia, WTO, jika diperlukan. Oleh karenanya, ia pun telah memanggil kementerian terkait serta para eksportir sawit untuk datang ke kantornya.

"Kami tadi itu mengundang kementerian lembaga terutama perdagangan karena mereka yang in charge [menangani] urusan perdagangan internasional termasuk WTO. Iya, karena itu adalah pekerjaan, memang tugas di Kementerian Perdagangan" ungkap Darmin di kantornya, Jakarta, Senin (29/7/2019) malam.


Menurutnya, pemerintah juga bukan kali pertama bermasalah dengan UE, sehingga harus menyiapkan strategi perlawanan. Persiapan strategi ini dilakukan agar bisa menang melawan jika masalah sampai ke WTO nanti.

"Kami mendengarkan penjelasan mereka apa saja yang sudah lakukan dan mereka telah berkomunikasi beberapa berkali-kali dengan komisi Eropa. Sebenarnya kita sudah pernah berpekara dibawa ke WTO, kemudian kita memenangkannya," jelasnya.

"Mereka menjelaskan persiapan apa saja yang mereka lakukan untuk antisipasi langkah-langkah dari komisi Eropa, termasuk persiapan kalau mereka teruskan persiapan untuk dispute di WTO," lanjut Darmin.

Namun, ia menekankan, bea masuk anti subsidi sebesar 8%-18% tersebut belum pasti diterapkan karena baru rencana yang disampaikan UE.

"Muncul 8%-18% itu sama sekali belum final, itu sesuatu yang baru disampaikan Uni Eropa, kalau tidak salah September baru ada posisi. Sementara kita terus melalui perdagangan akan komunikasi dengan mereka," tegasnya.

UE memang berencana mengenakan BMAS terhadap produk impor biodiesel dari Indonesia. Komisi Eropa telah memulai investigasi anti-subsidi pada Desember lalu menyusul keluhan dari Dewan Biodiesel Eropa pada awal 2018.

Eropa mengklaim telah memiliki bukti kuat adanya subsidi yang dinikmati produsen biodiesel dari pemerintah Indonesia dalam bentuk pembiayaan ekspor, penghapusan pajak, dan penyediaan bahan baku minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di harga yang sangat rendah.

Simak perlawanan RI lawan UE soal sawit.

[Gambas:Video CNBC]

Let's block ads! (Why?)



https://ift.tt/2Zkg1UV
July 30, 2019 at 03:33PM

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Demi Sawit, RI Siapkan Jurus Melawan Uni Eropa"

Post a Comment

Powered by Blogger.