
Riset Forbes juga memprediksi rata-rata pendapatan kotor Grab untuk setiap perjalanan meningkat jadi US$ 3 pada tahun ini, naik dari tahun lalu US$ 2,5. Hal ini didasari atas peningkatan permintaan untuk perjalanan yang lebih lama.
"Dengan berkurangnya kompetisi, Grab juga dapat mengurangi diskon, sehingga bisa mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi. Grab mengenakan komisi 20% dari drivernya dan kami berharap angka ini akan tetap stabil selama beberapa tahun ke depan," tulis Forbes.
Forbes menyatakan bila Grab bisa mencapai target pendapatan bersih sekitar US$ 2 miliar pada tahun 2019, penilaiannya dapat berpotensi mencapai US$ 16 miliar dengan kelipatan pendapatan sekitar 7x.
Grab fokus pada inisiatif pertumbuhan dan memiliki tujuan ambisius untuk menjadi "everyday super app" dan perusahaan melakukan diversifikasi ke berbagai bidang seperti toko bahan makanan online, pengiriman makanan, dan financial technology.
Saksikan juga video "Setelah Menjadi Decacorn, Apalagi Rencana Grab" :
[Gambas:Video CNBC] (dob/miq)
http://bit.ly/2QIn3xK
January 14, 2019 at 08:57PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Tahun Ini Valuasi Grab Diprediksi Tembus Rp 224 Triliun"
Post a Comment