
Mengacu laporan keuangan kuartal I-2019, induk usaha Telkomsel ini tidak mencatatkan rapor merah karena laba bersih perusahaan mampu naik 8,55% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 6,22 triliun dari kuartal I-2018 sebesar Rp 5,73 triliun.
Pendapatan pada 3 bulan pertama tahun ini naik 7,72% menjadi Rp 34,84 triliun dari sebelumnya Rp 32,34 triliun. Data perdagangan di Bursa Efek Indonesia menunjukkan, kinerja positif ini langsung membuat saham perusahaannaik 1,5% pada perdagangan Kamis pagi ini, di level Rp 3.850/saham.
Sebagai perbandingan, sepanjang tahun lalu laba bersih TLKM anjlok 18,57% YoY menjadi Rp 18,03 triliun dari tahun 2017 yang tercatat Rp 22,14 triliun.
Dari pendapatan kuartal I yang naik tersebut, sebagian besar diperoleh dari segmen usaha mobile yang menyediakan produk mobile voice, SMS, value added service, dan mobile broadband.
Akan tetapi, segmen usaha yang tumbuh paling pesat adalah segmen enterprise. Segmen ini mencakup jasa ke pelanggan korporat dan institusional.
Pendapatan dari segmen enterprise tercatat naik 16,82% YoY menjadi Rp 11,26 triliun dari sebelumnya Rp 9,64 triliun.
Lebih lanjut, kenaikan pada pos beban usaha yang tidak sebesar pertumbuhan pada pos penjualan juga memberi ruang yang mendongkrak laba bersih TLKM.
Hingga akhir Maret 2019, beban usaha perusahaan hanya naik sebesar 6,46% YoY menjadi Rp 23,17 triliun. Rendahnya laju pertumbuhan pada pos beban usaha didukung oleh pos beban karyawan, beban umum, dan beban operasional yang naik kurang dari 5% YoY.
Di lain pihak, pada kuartal I-2019 total aset perusahaan meningkat menjadi Rp 219,11 triliun dari akhir tahun 2018 yang sebesar Rp 2016,2 triliun. Sedangkan, total liabilitas pada periode tersebut juga bertambah sekitar Rp 4,3 triliun menjadi Rp 93,19 triliun.
TIM RISET CNBC INDONESIA
(dwa/tas)
http://bit.ly/2J6oOEI
May 02, 2019 at 05:45PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Mulai Pulih, Laba Telkom Kuartal I Naik 8,5% Jadi Rp 6,2 T"
Post a Comment