Terbaru, Lilium Jet mengumumkan taksi terbang sudah diujicobakan awal bulan ini. Perusahaan rintisan atau startup yang berkantor pusat di Munich, Jerman, ini mengatakan akan meluncurkan secara penuh taksi terbang ini pada 2025.
Foto: Taksi terbang listrik, Lilium Jet (Courtesy Youtube @lilium) |
Jet bertenaga baterai ini mampu melakukan perjalanan 300 kilometer dalam 60 menit dengan sekali pengisian daya, dan akan menghubungkan kota-kota melalui jaringan helipad.
Lilium tidak mengungkapkan berapa biaya layanannya, tetapi mengklaim bahwa harganya sama dengan taksi reguler. Remo Gerber, chief commercial officer Lilium Jet, mengatakan layanan ini menyasar masyarakat umum.
"Hari ini kami mengambil langkah besar lain untuk mewujudkan mobilitas udara perkotaan menjadi kenyataan," kata salah satu pendiri dan CEO Lilium, Daniel Wiegand dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari CNN International, Jumat (17/5/2019).
"Kami memimpikan sebuah dunia di mana siapa pun dapat terbang ke mana pun mereka inginkan, kapan pun mereka mau," tambahnya.
Selain Lilium Jet berikut perusahaan raksasa yang sedang mengembangkan taksi terbang.
Uber
Foto: Uber/Handout via REUTERS |
Pelopor bisnis ride-hailing (berbagi tumpangan) ini memang aktif mengembangkan teknologi di seputar transportasi. Uber mengembangkan taksi terbang dengan menggandeng Bell Helicopter, perusahaan manufaktur asal Texas, AS.
Uber menamai proyek ini UberAir dan mulai digarap 2016 silam. Uber pun sudah menggandeng NASA dan berharap uji coba bisa dilakukan pada 2020 di beberapa kota seperti Los Angeles dan Dallas-Fort Worth di AS, serta Dubai di Uni Emirat Arab.
Tarif dari UberAir sendiri dikabarkan akan kompetitif dengan tarif mobil UberX. Selain itu perusahaan juga berharap UberAir sudah dapat beroperasi dengan baik sebelum Olimpiade 2028 di Los Angeles yang juga terkenal macet itu.
Boeing
Produsen pesawat asal AS, Boeing (Foto: Reuters) |
Boeing adalah produsen pesawat terbang asal Amerika Serikat yang tertarik mengembangkan taksi terbang. Uji coba taksi terbang ini dilakukan pada awal tahun ini.
Boeing mengembangkan taksi terbang tanpa awak dengan mengandalkan artifiicial intelligence (kecerdasan buatan). Belum pasti kapan taksi terbang ini akan dikomersialisasikan. Namun sebagai bentuk keseriusan, Boeing sudah membentuk divisi khusus untuk menggarap taksi terbang.
Rolls-Royce
Foto: Rolls-Royce (ist) |
Rolls-Royce merupakan produsen mobil premium yang kepincut pada taksi terbang. Roll-Royce sudah sudah menyelesaikan prototipe mobil terbang pada 2018 dan memamerkannya di ajang Farnborough International Airshow 2018.
Rencananya taksi terbang ini akan mulai dioperasikan secara penuh pada awal 2020-an.
Taksi terbang Rolls Royce bisa membawa empat hingga lima penumpang dengan kecepatan hingga 250mph dan jarak tempuh 500 mil, menurut pamflet perusahaan.
Simak video taksi terbang Uber di bawah ini.
[Gambas:Video CNBC]
(roy/prm)
http://bit.ly/2EfCPwD
May 17, 2019 at 09:31PM
Bagikan Berita Ini
Foto: Taksi terbang listrik, Lilium Jet (Courtesy Youtube @lilium)
Foto: Uber/Handout via REUTERS
Produsen pesawat asal AS, Boeing (Foto: Reuters)
Foto: Rolls-Royce (ist)
0 Response to "Boeing sampai Uber, Ini Perusahaan yang Garap Taksi Terbang"
Post a Comment