
Permohonan maaf terlontar setelah Jokowi menyebut masih ruwetnya persoalan perizinan di Tanah Air. Ia bahkan bertekad menghapus lembaga-lembaga yang tidak berkontribusi nyata kepada negara.
"Lima tahun ke depan mohon maaf saya sudah gak ada beban. Saya sudah gak bisa nyalonkan lagi. Jadi apapun yang paling baik untuk negara akan saya lakukan," ujar Jokowi.
Sekadar gambaran, Jokowi merupakan salah satu kontestan dalam Pemilihan Umum Presiden 2019. Mantan gubernur DKI Jakarta itu berpasangan dengan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin.
Dalam kontestasi Pilpres 2019, Jokowi-Amin bertarung melawan pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga, Jokowi-Amin unggul atas Prabowo-Sandi. Begitu pula berdasarkan Situng KPU. Hasil akhir rekapitulasi penghitungan suara Pilpres 2019 akan disampaikan KPU pada 22 Mei mendatang.
Dalam kesempatan itu, Jokowi mengucapkan terima kasih kepada para kepala daerah. Sebab, secara keseluruhan, Pemilu 2019 berjalan lancar. Tak lupa eks Wali Kota Solo itu menyampaikan duka cita seiring wafatnya petugas KPPS di seluruh dunia.
"Semoga arwahnya diberikan tempat yang mulia. Amin," kata Jokowi.
Simak tahapan penghitungan suara pemilu 2019 di bawah ini.
[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)
http://bit.ly/2VVwd0p
May 09, 2019 at 08:48PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Jokowi Mohon Maaf di Depan Menteri dan Kepala Daerah, Ada Apa?"
Post a Comment