Bersama dengan Facebook dan Google, Twitter berada di bawah tekanan regulator dan pemerintah di seluruh dunia untuk menghapus konten ekstremis lebih cepat. Bila tidak, platform media sosial itu akan menghadapi aturan yang lebih ketat.
Perusahaan laporan transparansi terbarunya mengatakan penggunaan alat teknisnya membuahkan hasil, dengan 91% akun yang mempromosikan konten terorisme ditangguhkan secara proaktif oleh teknologi internal. Sebagian besar penutupan itu dilakukan bahkan sebelum tweet pertama mereka diunggah karena data yang digunakan untuk membuat akun telah mengaktifkan peringatan.
Twitter menangguhkan 166.153 akun antara Juli dan Desember lalu karena mempromosikan terorisme. Jumlah ini turun 19% dari 205.156 akun yang ditutup dalam enam bulan sebelumnya.
Foto: REUTERS/Thomas White |
"Penurunan tajam ini merupakan indikasi tren yang lebih besar yang sekarang kita amati, dari tahun ke tahun jumlah organisasi teroris yang mencoba menggunakan layanan kami berkurang," kata Sinead McSweeney, wakil presiden Twitter untuk kebijakan publik dalam sebuah pernyataan, dilansir dari The Star, Jumat (10/05/2019).
"Ini dapat dikaitkan dengan pendekatan teknis yang kuat yang telah kami tingkatkan selama bertahun-tahun. Kami senang dengan capaian ini, tetapi kami akan tetap waspada," tambahnya.
(prm)
http://bit.ly/2JfwCoD
May 11, 2019 at 01:02AM
Bagikan Berita Ini
Foto: REUTERS/Thomas White
0 Response to "Twitter Tutup 166.000 Akun Penyebar Konten Terorisme"
Post a Comment