
Data pasar menunjukkan indeks Straits Times dibuka naik 0,4% ke level 3.353,81 poin, dimana dari 30 saham yang menghuni indeks acuan bursa saham Singapura tersebut, sebanyak 22 mencatatkan kenaikan harga, 3 saham melemah, dan 5 saham tidak mencatatkan perubahan harga.
Kemarin (10/11/2019) waktu setempat rilis risalah rapat Bank Sentral AS mengindikasikan intensi untuk memangkas suku bunga acuan (Federal Funds Rate/FFR) dalam waktu dekat, bahkan bisa untuk pertemuan bulan ini.
"Beberapa anggota melihat bahwa pemangkasan FFR dalam waktu dekat dapat membantu meminimalisir dampak dari guncangan terhadap ekonomi di masa depan," tulis risalah rapat The Fed, dikutip dari CNBC International.
Salah satu dampak guncangan ekonomi yang dimaksud dalam risalah tersebut adalah perang dagang yang berlarut-larut antara Amerika Serikat (AS) dan China yang terbukti tidak hanya menyakiti perekonomian kedua negara, tapi juga perekonomian global.
"Para anggota secara umum setuju bahwa risiko terhadap prospek perekonomian telah meningkat semenjak pertemuan pada bulan Mei, utamanya risiko yang berkaitan dengan negosiasi dagang yang tengah berlangsung dan perlambatan ekonomi di negara-negara lain."
Lebih lanjut, dalam rapat kerja dengan Komite Jasa Keuangan DPR AS di Washington Powell juga memberi sinyal kuat bahwa The Fed akan menurunkan FFR dalam waktu dekat.
Dalam paparannya, Powell mengatakan investasi pada sektor bisnis Negeri Paman Sam telah melambat "terutama" baru-baru ini karena ketidakpastian atas prospek ekonomi yang melambat.
"Banyak peserta FOMC (The Federal Open Market Komite/Komite Kebijakan The Fed) melihat bahwa kasus untuk kebijakan moneter yang lebih akomodatif diperlukan," ujar Powel, dilansir CNBC International.
Powell mengakui data ekonomi terbaru AS berupa penciptaan lapangan kerja memang positif. Namun, data ekonomi lain di dunia tergolong mengecewakan.
"Itu terlihat di seluruh Eropa dan di Asia dan itu terus membebani. Manufaktur, perdagangan, dan investasi lemah. Kami telah sepakat untuk memulai lagi negosiasi dagang dengan China dan itu adalah langkah konstruktif. Tapi itu tidak menghilangkan ketidakpastian," ujar Powell dilansir Reuters.
Indikasi pemangkasan suku bunga acuan Negeri Adidaya langsung memantik risk appetite investor karena, kedepannya diharapkan perekonomian global akan melaju lebih baik.
Pada hari tidak ada rilis data ekonomi dari Singapura.
TIM RISET CNBC INDONESIA (dwa/hps)
https://ift.tt/2Lch8CV
July 11, 2019 at 03:25PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "The Fed Beri Sinyal Potong Bunga Acuan, Straits Times Melaju"
Post a Comment