
Pada kondisi tersebut saham dengan fundamental baik pun terpaksa mengalami koreksi. Dalam sepekan terakhir, saham JSMR mengalami penurunan hingga 6,19%.
Kinerja JSMR hingga tahun berjalan masih tercatat naik 23,83%. Namun investor asing masih cenderung melepas saham pelat merah tersebut dengan membukukan jual bersih (net sell), senilai Rp 49,71 miliar sejak awal tahun.
Pada perdagangan sesi I pukul, harga saham JSMR mengalami pelemahan sebesar 2,75% ke level Rp 5.300/unit saham. Volume transaksi mencapai 586 ribu unit saham senilai Rp 3,13 miliar.
Perusahaan konstruksi dan tol milik negara tersebut, hingga maret tahun ini hanya mampu membukukan pemasukan Rp 7,64 triliun, turun 20,76% year-on-year (YoY).
Jika dirinci, penyebab terpangkasnya penjualan JSMR pada kuartal I-2019 karena pos pemasukan utama perusahaan, yaitu pendapatan konstruksi anjlok 29,45% secara tahunan.
Pada 3 bulan pertama, pendapatan konstruksi hanya tercatat sebesar Rp 5,12 triliun, turun signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp 7,25 triliun.
Untuk tahun 2019, perseroan akan menggelontorkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 27 triliun. Penyerapan capex tersebut rencananya akan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan ke depan.
Secara pergerakan, harga saham JSMR cenderung bergerak turun (downtrend). Hal ini terlihat dari posisinya yang bergerak di bawah rata-rata harganya dalam lima hari hari terakhir (moving average/MA5) pada angka 5.455/saham. (yam/hps)
http://bit.ly/2Q48Uw0
May 15, 2019 at 07:22PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Saham Jasa Marga Ikut Terseret Pelemahan IHSG"
Post a Comment