Search

China "Galak" Respons AS, Straits Times Jadi Loyo

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks bursa saham acuan Singapura terus mencatatkan koreksi dengan kembali dibuka di zona merah pada perdagangan hari ini, Jumat (24/5/2019).

Indeks Straits Times (STI) dibuka melemah 0,27% ke level 3.152,08 poin, dimana jika kondisi ini berlanjut hingga akhir perdagangan, maka sepanjang pekan ini STI tidak pernah sekalipun finis di zona hijau.

Dari 30 saham yang menghuni indeks acuan bursa saham Singapura tersebut, sebanyak 8 mencatatkan kenaikan harga, 17 saham melemah, dan 5 saham tidak mencatatkan perubahan harga.

Sejatinya sentimen domestik Negeri Singan seharusnya tidak kembali memantik aksi jual pelaku pasar. Pasalnya, inflasi Singapura pada April tercatat tumbu 0,8% year-on-year (YoY), lebih baik dibanding dengan laju inflasi Maret yang tercatat tumbuh 0,6% YoY.

Angka tersebut juga sesuai dengan konsensus pasar, sekaligus merupakan laju inflasi tertinggi semenjak Mei 2017, dilansir Trading Economics.

Inflasi yang tumbuh positif menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktifitas ekonomi dan pertumbuhan permintaan. Hal tersebut terutama berlaku pada pengeluaran untuk biaya transportasi, konsumsi barang tahan lama oleh rumah tangga, dan pengeluaran untuk rekreasi.

Sayangnya laju inflasi pada sektor makanan menurun 1,3% YoY, dan merupakan laju inflasi sektor makanan terendah sejak Mei tahun lalu, dilansir Trading Economics. Laju inflasi pada sektor edukasi dan pelayanan kesehatan juga tercatat tumbuh lebih lambat dibandingkan Maret.

Di lain pihak, meskipun rilis data ekonomi terbaru menunjukkan hawa positif, sentimen eksternal dari ketegangan perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China, tampaknya lebih mendominasi pergerakan pelaku pasar.

Pemerintah Negeri Tirai Bambu mulai buka suara dan mengungkapkan nada yang lebih keras terhadap AS, yang membuat kelanjutan dialog dagang menjadi lebih suram.

"Jika AS ingin melanjutkan perundingan dagang, maka mereka harus tulus dan memperbaiki kesalahannya. Negosiasi hanya bisa berlanjut bila didasari kesamaan dan saling menghormati. Kami memantau perkembangan terkini dan siap melakukan langkah-langkah yang diperlukan," tegas Gao Feng, Juru Bicara Kementerian Perdagangan China, mengutip Reuters.

Sikap Gao tersebut tentunya menambah kecemasan investor sehingga tidak heran jika pelaku pasar merespon dengan melakukan risk-off atau menghindari resiko.

Pada hari ini investor akan mencermati rilis data laju pertumbuhan produksi industri April pada pukul 12:00 WIB.

Produksi industri Singapura tercatat -4,8% secara tahunan pada Maret dan untuk April ini konsensus pasar mengestimasi ada pemulihan, walau masih terkontraksi dengan tumbuh negatif 3,5% YoY.

TIM RISET CNBC INDONESIA (dwa/hps)

Let's block ads! (Why?)



http://bit.ly/2M2I60J
May 24, 2019 at 03:41PM

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "China "Galak" Respons AS, Straits Times Jadi Loyo"

Post a Comment

Powered by Blogger.