Search

Sentimen Demo Hong Kong dan The Fed, IHSG Rentan Koreksi Lagi

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar saham domestik masih rentan kembali terkoreksi pada perdagangan hari ini, Kamis (13/6/2019). Rabu kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditransaksikan melemah hingga pasar ditutup minus 0,47% ke level 6.276,18.

Lesunya perdagangan kemarin masih terimbas sentimen negatif panasnya tensi antara AS dan China di bidang perdagangan membuat aksi jual dilakukan oleh pelaku pasar saham Asia.

Kinerja IHSG senada dengan seluruh bursa saham utama kawasan Asia yang kompak ditransaksikan di zona merah: indeks Nikkei turun 0,35%, indeks Shanghai amblas 0,56%, indeks Hang Seng anjlok 1,73%, indeks Straits Times turun 0,26%, dan indeks Kospi turun 0,14%.
Mega Capital Sekuritas mencermati, sentimen dari global, masih bersumber dari komentar Presiden AS Donald Trump mengenai perkembangan negosiasi dagang antara AS dengan China, Trump mengatakan bahwa dia tidak akan membuat kesepakatan kecuali China menyetujui empat dari lima poin utama.

Sayangnya, Trump tidak menyebutkan lima poin yang dituntutnya. Dalam kesempatan lain, Trump mengatakan akan menerapkan tarif impor lebih tinggi jika tidak ada kemajuan dalam negosiasi dagang dengan Presiden China Xi Jinping pada pertemuan G20 akhir bulan ini.

"Selain itu, pasar juga berfokus pada penundaan pengenaan bea impor terhadap Meksiko dan harapan penurunan suku bunga acuan The Fed [bank sentral AS]," tulis Mega Capital Sekuritas, Kamis (13/6/2019).

Mega Capital memproyeksikan, hari ini bursa regional masih akan bergerak melemah dan IHSG akan melaju pada kisaran 6.256 - 6.296.

Riset Pilarmas Investindo Sekuritas memaparkan, sentimen perdagangan global bersumber dari aksi demonstrasi di Hong Kong yang menolak ekstradisi ke China menjadi katalis negatif bagi pasar keuangan Hong Kong.

Atas aksi ini, indeks acuan Hang Seng kemarin terkoreksi 1,7%, investor dan pelaku pasar memilih keluar dari Hong Kong. Selain itu, permintaan atas uang tunai juga dilaporkan naik.

Sementara itu, dari China, Biro Statistik Negeri Tirai Bambu menyampaikan indeks harga konsumen (IHK), secara tahunan naik dari sebelumnya 2,5% menjadi 2,7%.

Kenaikan disebabkan karena harga makanan yang lebih cepat akibat dan gangguan pasokan daging babi yang disebabkan oleh flu babi Afrika. Selain itu, indeks harga produsen (PPI) turun menjadi 0,6% dari sebelumnya 0,9% karena tensi dagang AS - China.

"Secara teknikal, saat ini IHSG memiliki peluang bergerak melemah pada level 6.256 - 6.296," tulis Pilarmas.

Dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia akan digelar pada Rabu-Kamis pekan depan 19-20 Juni, setelah terakhir digelar pada 15-16 Mei lalu.


Pada RDG sebelumnya, BI memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 6%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%.

Keputusan tersebut sejalan dengan upaya menjaga stabilitas eksternal perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat.

(tas)

Let's block ads! (Why?)



http://bit.ly/2IEdgqw
June 13, 2019 at 03:57PM

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "Sentimen Demo Hong Kong dan The Fed, IHSG Rentan Koreksi Lagi"

Post a Comment

Powered by Blogger.