Isu Brexit masih menjadi penggerak utama pasangan mata uang ini, terbukti pada perdagangan Jumat (3/5/15) mata uang Inggris ini menguat lebih dari 1% setelah melunaknya sikap pimpinan oposisi Jeremy Corbyn.
Partai Buruh yang dipimpin Corbyn mengalami penurunan jumlah suara signifikan pada pekan lalu, begitu juga Partai Konservatif pimpinan Perdana Menteri Theresa May. Masyarakat Inggris dikabarkan gerah dan menyalahkan kedua partai tersebut sehingga masalah Brexit tidak kunjung usai.
Pasca pemilu lokal, Corbyn mengatakan Parlemen Inggris harus memecahkan kebuntuan proposal Brexit, dan menyelesaikan kesepakatan untuk keluar dari Uni Eropa.
Pernyataanya itu membuat harapan akan segera selesainya proposal Brexit yang selama ini selalu kandas di parlemen.
Pound sebelumnya juga mendapat sentimen positif dari Bank Sentral Inggris atau Bank of England (BOE) yang menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi terbesar kelima di dunia tersebut.
![]() |
Untuk tahun 2019 ekonomi Inggris itu diprediksi tumbuh sebesar 1,5% untuk tahun 2019, dari proyeksi sebelumnya 1,2%, begitu juga pertumbuhan di tahun 2020 dan 2021. Sementara untuk triwulan I-2019 diproyeksikan sebesar 0,5% naik dari triwulan sebelumnya 0,2%.
Namun sejak Senin kemarin, pound kembali mendapat sentimen negatif dari memburuknya hubungan Amerika Serikat (AS) dengan China. Presiden AS Donald Trump Trump kembali mengancam akan menaikkan bea impor produk dari China, akibat delegasi Negeri Tiongkok dituduh mencoba melakukan renegosiasi.
Ancaman Trump bisa jadi memicu babak baru perang dagang dua raksasa ekonomi dunia itu, yang tentunya berdampak buruk bagi perekonomian global. Meski mendapat ancaman, delegasi China dikabarkan akan tetap datang ke Washington untuk melakukan perundingan, dan berusaha mencapai kesepakatan dagang baru.
Hasil dari perundingan dagang tersebut bisa jadi akan diketahui di pekan ini sehingga pelaku pasar masih cenderung berhati-hari masuk ke aset berisiko. Dengan kondisi seperti ini aset-aset safe haven akan diuntungkan, dan dolar merupakan mata uang yang dianggap aset aman itu.
TIM RISET CNBC INDONESIA (pap/pap)
http://bit.ly/2H7T3Z9
May 07, 2019 at 10:16PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Pasar Forex Sesi Eropa, Poundsterling Berbalik Melemah"
Post a Comment