Search

Telur Ayam Juga Jadi Dalang Inflasi April 2019

Jakarta, CNBC Indonesia - Inflasi pada bulan April diumumkan sebesar 0,44% secara bulanan (month on month/MoM) dalam konfrerensi Badan Pusat Statistik (BPS) hari Kamis (2/5/2019).

Capaian tersebut lebih tinggi dibanding ekspektasi pelaku pasar yang sebesar 0,3% MoM.

Di sisi lain, inflasi tahunan pada bulan April mencapai 2,83% YoY, yang juga lebih tinggi dari ekspektasi pelaku pasar yang sebesar 2,66% YoY.


Meski masih bertahan di bawah 3%, namun inflasi kali ini lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya (Maret) yang mana terjadi inflasi sebesar 2,48% YoY.

Penyebab utama inflasi pada bulan April adalah kenaikan sejumlah bahan makanan. Hal ini berkaitan dengan bulan Ramadan yang akan jatuh pada awal Mei 2019.

Sumber: Badan Pusat Statistik

Inflasi bahan makanan pada bulan April mencapai 2,29% YoY dan memberi andil 0,31%.

Menurut Kepala BPS, Suhariyanto, peningkatan bahan makanan utamanya didorong oleh bawang merah. Pada bulan April, harga bawang merah secara rata-rata naik sebesar 22,93%, sehingga memberikan andil inflasi sebesar 0,13%

Selain itu, beberapa bahan makanan lain juga mengalami kenaikan harga seperti, bumbu-bumbuan, bawang putih, tomat, telur, dan daging ayam.

Namun kali ini harga beras memberi andil deflasi yang artinya ada penurunan harga. Ini disebabkan oleh harga gabah yang turun di tingkat petani, mengingat masih berdekatan dengan musim panen raya. Ketersediaan gabah yang melimpah membuat harga beras pun turun.

Selain bahan makanan, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan tembakau juga mengalami inflasi sebesar 3,53% YoY dengan andil 0,03%. Sementara andil dari rokok kretek saja sebesar 0,01%.

Kenaikan harga tiket pesawat juga masih memberikan andil inflasi sebesar 0,05%, dengan tingkat inflasi 3,22% YoY. Menurut Suhariyanto, masih ditemukan peningkatan harga tiket pesawat di 39 kota, contohnya di Banjarmasin yang sebesar 23%.

Hal ini sewajarnya harus menjadi perhatian pemerintah karena biasanya menjelang lebaran harga tiket naik lebih tinggi lagi.

Ditinjau menurut komponennya, inflasi inti pada bulan April menyentuh level 3,05% YoY, yang mana lagi-lagi lebih tinggi dibanding ekspektasi pasar yang sebesar 3,03% YoY. Inflasi inti menghitung kenaikan harga selain harga yang diatur pemerintah dan harga bergejolak, sehingga menggambarkan mekanisme pasar (penawaran-permintaan). Inflasi inti yang meningkat menunjukkan daya beli masyarakat yang masih terjaga.

Adapun kelompok energi memberikan andil deflasi sebesar 0,02% karena secara bulanan terjadi deflasi sebesar 0,19% MoM.

Penyebabnya adalah insentif tarif listrik yang diberikan oleh PLN kepada rumah tangga dengan kapasitas 900 VA pada bulan Maret. Akan tetapi secara tahunan masih mengalami inflasi sebesar 0,61% YoY.

TIM RISET CNBC INDONESIA (taa/taa)

Let's block ads! (Why?)



http://bit.ly/2Weykti
May 02, 2019 at 07:10PM

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "Telur Ayam Juga Jadi Dalang Inflasi April 2019"

Post a Comment

Powered by Blogger.