Berdasarkan keterangan China Coal Resource (CCR), Minggu (7/4/2019), jalur kereta Daiqin akan dibenahi dan memakan waktu 25 hari kerja. Seperti diketahui jalur tersebut merupakan sarana distribusi dari tambang-tambang besar di provinsi Shaanxi.
Harga batu bara Newcastle kontrak April Selasa kemarin naik 1% ke posisi US$ 81,2/metrik ton, kenaikan tersebut melanjutkan kenaikan 1,97% hari sebelumnya.
Mengacu pada data Refinitiv, hingga tahun berjalan harga batu bara Newcastle kontrak April sudah terkoreksi 20,14%.
Benarkah harga batu bara global sudah mulai bangkit? Menuju level berapa selanjutnya? Berikut analisis teknikalnya.
Analisis Teknikal
Sumber: Refinitiv |
Dalam jangka pendek harga batu bara cenderung menguat, hal ini terlihat dari posisinya yang bergerak di atas nilai rata-ratanya dalam lima hari terakhir (moving average/MA5). Penguatan tersebut berpotensi berlanjut menuju harga US$ 85/metrik ton.
Namun dalam jangka panjang, tren harga batu bara cenderung menurun (downtrend). Arah penurunan tersebut terlihat dari indikator teknikal moving average convergence divergence/MACD, yang masih membentuk persilangan turun (dead cross). Ada potensi menyentuh US$ 75/metrik ton sepanjang tahun ini.
TIM RISET CNBC INDONESIA (yam/gus)
http://bit.ly/2KDK3QT
April 11, 2019 at 03:09AM
Bagikan Berita Ini
Sumber: Refinitiv
0 Response to "Harga Batu Bara Mulai Bangkit, Ada Potensi Menuju US$ 85/ton"
Post a Comment