Search

Penjualan Alat Berat Komatsu Cuma Naik 1% di Q1, Kenapa?

Jakarta, CNBC Indonesia - Penjualan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan merek Komatsu, pada kuartal I-2019 mencapai 1.181 unit, naik 1% dibandingkan periode yang sama 2018, sebanyak 1.171 unit.

Secara nilai, penjualan alat berat Komatsu mencapai Rp 3,22 triliun, turun 3,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,35 triliun.


Alat berat di sektor pertambangan masih mendominasi penjualan Komatsu sebesar 48%. Sementara, sektor konstruksi menjadi kontributor terbesar kedua dengan porsi 27%, sisanya kehutanan 13% dan 12% agribisnis.

Sekretaris Perusahan UNTR Sara K Loebis mengatakan pertambangan masih menjadi kontributor terbesar pada penjualan alat berat perusahaan.

Sara menilai, 2018 merupakan momentum kebangkitan alat berat, namun penjualan melandai tahun ini
.

"Market alat berat tahun ini kemungkinan lebih lesu dibandingkan 2018, karena adanya normalisasi harga batu bara," kata Sara di Jakarta, Selasa (30/04/2019).

Tahun ini, kontribusi dari sektor pertambangan diperkirakan lebih melesu, begitu juga dengan kehutanan. Adapun sektor perkebunan juga melambat, apalagi alat berat UNTR hanya digunakan untuk membuka lahan perkebunan.

Sara mengatakan ada potensi pertumbuhan di sektor konstruksi, tapi tetap tidak bisa mengalahkan kontribusi dari pertambangan.

"Kemungkinan kontruksi naik, tapi secara nilai mungkin tidak signifikan untuk kontribusi pendapatan. Secara volume dan market share tetap bagus, tapi yang signifikan tetap di pertambangan," kata dia.

Tahun ini, UNTR menargetkan penjualan alat berat hanya 4.100 unit, turun 15,9% dibandingkan total penjualan 2018 sebanyak 4.879 unit.

Sara mengatakan penurunan target ini mempertimbangkan kondisi pasar, terutama dari sektor pertambangan yang mulai landai karena normalisasi harga batu bara.


Sebeumnya, Direktur Utama United Tractors Franciscus Kesuma, mengatakan penurunan target penjualan ini karena rendahnya harga jual batu bara, sehingga penambang cenderung menahan pembelian alat berat.

Namun demikian, perusahaan optimistis bahwa penjualan yang rendah akan dikompensasi dari bisnis pemeliharaan alat berat, meski diprediksi akan stagnan dibanding tahun lalu.

Pada kuartal I-2019, anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) mencatat kenaikan laba bersih 21% menjadi Rp 3,1 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018.

Kenaikan disebabkan oleh peningkatan kinerja pada bisnis kontraktor penambangan dan kontribusi dari operasi penambangan emas yang diakuisisi pada Desember 2018.

(tas)

Let's block ads! (Why?)



http://bit.ly/2Lc3Gzs
April 30, 2019 at 09:19PM

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Penjualan Alat Berat Komatsu Cuma Naik 1% di Q1, Kenapa?"

Post a Comment

Powered by Blogger.