Search

Baru Akuisisi Pertagas, Laba PGN Kok Turun 29%?

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) secara mengejutkan membukukan penurunan laba bersih 28,56% menjadi US$ 65 juta atau setara Rp 920,2 miliar(dengan rata-rata kurs Rp 14.136 ) pada kuartal I-2019. Pada periode yang sama 2018, laba bersih perseroan tercatat sebesar US$ 91,12 juta.

Penurunan laba tersebut dipicu oleh penurunan pendapatan perseroan 8,8% menjadi US$ 860,5 juta pada periode tersebut. Dibandingkan perolehan kuartal I-2018 yang mencapai US$ 943,55 juta.


"Pencapaian ini diperoleh lantaran perseroan melakukan berbagai upaya optimalisasi sehingga mampu mencetak laba di tengah kondisi perekonomian saat ini," kata Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, di Jakarta, Selasa (29/04/2019).

Pendapatan emiten berkode PGAS, diperoleh dari hasil penjualan gas sebesar US$ 661,5 juta dan penjualan minyak dan gas sebesar US$ 92,8 juta. Secara operaSedangkan laba operasi interim konsolidasian pada kuartal I-2019 sebesar US$ 162, 5 juta dan laba bersih sebesar US$ 65 juta atau setara Rp 920,2 Miliar(dengan rata-rata kurs Rp 14.136 ) dengan EBITDA sebesar US$ 263 juta.

Selama periode Januari-Maret 2019, PGN menyalurkan gas bumi sebesar 2.904 BBTUD dengan rinciannya, sepanjang kuartal I-2019 volume gas niaga sebesar 919 BBTUD dan volume transportasi gas bumi sebesar 1.985 BBTUD.

PGN yang kini berstatus sebagai Sub Holding Gas dengan mengakuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas) optimistis akan mampu menjaga kinerja positif pada masa mendatang.

PGN baru saja mengakuisisi 51% kepemilikan saham pada Pertagas dari Pertamina tanggal 28 Desember 2018, transaksi akuisisi ini dibukukan dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan sesuai dengan PSAK 38 karena PGN dan Pertagas merupakan entitas sepengendali dibawah Pertamina.

Dalam RUPS tersebut, pemegang saham juga menyepakati pergantian pengurus perusahaan. Pergantian terjadi pada susunan direksi dan komisaris.

Jajaran Direksi PGN saat ini bertambah dengan masuknya Syahrial Mukhtar sebagai Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis. Sementara itu, Komisaris Hambra digantikan oleh Lucky Alfirman dan penambahan Mas'Ud Khamid ke jajaran Dewan Komisaris PGN.

Dengan sejumlah pencapaian itu, menurut Rachmat, PGN akan semakin agresif membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas nasional.

Pada 2018, infrastruktur pipa gas PGN bertambah sepanjang lebih dari 2.456 km dan saat ini mencapai lebih dari 9.909 km atau setara dengan 95%dari jaringan pipa gas bumi hilir nasional. (hps)

Let's block ads! (Why?)



http://bit.ly/2XVXihy
May 01, 2019 at 01:30AM

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Baru Akuisisi Pertagas, Laba PGN Kok Turun 29%?"

Post a Comment

Powered by Blogger.