Pada pukul 16:51 WIB pound diperdagangkan di kisaran 1,3000 terhadap dolar AS dan di level 1,8272 terhadap dolar Australia.
Para elite Partai Konservatif akan berkumpul pada Selasa siang waktu setempat, untuk mendiskusikan rencana agar PM May mau mengundurkan diri dalam "beberapa hari ke depan", melansir Business Insider.
Hal ini tentunya menambah ketidakpastian Brexit atau proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Namun poundsterling masih cukup kuat dan justru bergerak naik.
Analisis Teknikal GBP/USD
Grafik: GBP/USD Time Frame 30 Menit Sumber: MetaTrader 5 |
Pada time frame 30 menit, GBP/USD bergerak di atas rerata pergerakan (Moving Average/MA) 8 hari (garis merah) dan MA 21 (garis hijau) dan MA 125 (garis biru). Indikator rerata pergerakan konvergen divergen (MACD) berada di wilayah positif dan bergerak naik.
Semua indikator tersebut membuka peluang berlanjutnya kenaikan GBP/USD. Hanya indikator Stochastic sudah berada di wilayah jenuh beli (overbought) yang kemungkinan akan memicu koreksi harga.
Jika gagal menembus resisten atau batas atas di level 1,3136, kurs GBP/USD berpeluang terkoreksi turun ke area support atau batas bawah yakni level 1,2980. Namun selama bertahan di atas support, pasangan mata uang ini masih cenderung menguat.
Penembusan ke atas 1,3136 akan membuka peluang ke area 1,3050.
Analisis Teknikal GBP/AUD
Grafik: GBP/AUD Time Frame 30 Menit Sumber: MetaTrader 5 |
Semua level indikator pada pasangan mata uang ini sama dengan GBP/USD, sehingga peluang berlanjutnya kenaikan masih terbuka. Jika mampu menembus resisten 1,8290 GBP/AUD berpeluang naik ke area 1,8324.
Sementara support di kisaran 1,8255, selama tidak ditembus ke bawah GBP/AUD masih cenderung menguat.
TIM RISET CNBC INDONESIA
(pap/tas)
http://bit.ly/2ZCswfg
April 24, 2019 at 02:01AM
Bagikan Berita Ini
Grafik: GBP/USD Time Frame 30 Menit Sumber: MetaTrader 5
Grafik: GBP/AUD Time Frame 30 Menit Sumber: MetaTrader 5
0 Response to "Diterpa Isu Pengunduran Diri Theresa May, Poundsterling Kokoh"
Post a Comment