Uji coba hulu ledak berkekuatan tinggi itu diawasi langsung oleh Pemimpin Korea Utara Kim Jon Un. Ini menjadi uji coba pertama sejak pertemuan bersejarah Kim dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Singapura, Juni tahun lalu.
Gedung Putih dan Pentagon tidak segera menanggapi permintaan berkomentar dari CNBC International.
Kabar ini muncul kurang dari dua bulan sejak pembicaraan yang gagal antara Kim dan Trump di Vietnam.
"Ini adalah negara bergejolak yang membawa risiko bagi seluruh dunia tapi saat ini hal ini tampak seperti sebuah propaganda dan cara untuk mengingatkan pemerintahan Trump alasan mereka bernegosiasi," kata Alexandra Bell, direktur senior di Center for Arms Control and Non-Proliferation, dilansir dari CNBC International.
![]() |
"Dan jelas bahwa Korea Utara menekan pemerintah untuk mencabut sanksinya jadi saya memandang mereka tengah memberikan sedikit tekanan untuk menaikkan posisi mereka jika kelak Trump dan Kim bertemu lagi," tambahnya.
Korea Utara merupakan satu-satunya negara yang menguji coba senjata nuklir di abad ini. Mereka menghabiskan tahun pertama pemerintahan Trump untuk menyempurnakan senjata nuklirnya.
Negara di Asia Timur ini bersedia menghentikan uji coba senjata nuklirnya untuk saat ini ketika AS dan komunitas internasional menawarkan kemungkinan pencabutan sanksi yang membuat ekonomi Korea Utara terpuruk.
Sejak 2011 Kim telah meluncurkan lebih dari 85 rudal dan empat uji coba senjata nuklir, lebih banyak daripada peluncuran yang dilakukan ayahnya, Kim Jong Il, dan kakeknya, Kim Il Sung, dalam periode 27 tahun. (prm)
http://bit.ly/2XpAw1b
April 18, 2019 at 02:14PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Waduh, Korea Utara Uji Coba Rudal Baru! Untuk Gertak Trump?"
Post a Comment