Search

Baru Dibuka, Yen Langsung Keok ke Level Terlemah 8 Hari

Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang yen Jepang langsung melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) begitu perdagangan Senin (1/4/19) dibuka. Daya tarik mata uang yang bergelar safe haven ini  berkurang akibat adanya sentimen positif di pasar finansial yang datang dari China.

Pada pukul 7:41 WIB yen diperdagangkan di kisaran 111,02/US$ menjadi level terlemah dalam delapan hari perdagangan terakhir.


Setelah kabar dari negosiasi dagang AS - China di Beijing yang menunjukkan kemajuan bagus, Negeri Tirai Bambu juga melaporkan peningkatan aktivitas sektor manufaktur hari Minggu (31/3/2019) kemarin.

Mengutip Forex Factory, data aktivitas manufaktur China di bulan Maret dilaporkan sebesar 50,5 naik dari bulan sebelumnya sebesar 49,2 dan lebih tinggi dari prediksi sebesar 49,6. Kenaikan pada bulan lalu tersebut juga menjadi ekspansi pertama dalam empat bulan terakhir, yang tentunya menjadi kabar bagus di tengah melambatnya perekonomian global.

Dampaknya bisa terlihat di dunia pasar modal, bursa saham Asia langsung menguat pada perdagangan pagi ini.

Data tersebut merupakan hasil survei terhadap 3.000 purchasing manager sehingga sering disebut purchasing managers index (PMI). Indeks ini menggunakan angka 50 sebagai ambat batas. Angka indeks di atas 50 berarti ekspansi atau pertumbuhan aktivitas manufaktur, sementara di bawah 50 berarti kontraksi atau penurunan aktivitas.

Baru Dibuka, Yen Langsung Keok ke Level Terlemah 8 HariFoto: Mata Uang Yen Jepang (REUTERS/Shohei Miyano)

Di sisi lain, dari Jepang malah melaporkan data aktivitas manufaktur yang berkebalikan dari China. Berdasarkan survei yang dilakukan Bank of Japan (BOJ) indeks aktivitas manufaktur yang biasa disebut Tankan menunjukkan penurunan drastis.

Data yang dirilis kuartalan ini menunjukkan angka indeks 12 untuk kuartal-I tahun ini, mengalami penurunan tajam dibandingkan kuartal-IV 2018 sebesar 19. Data ini menggunakan angka 0 sebagai ambang batas, di atas 0 berarti ekspansi dan di bawah 0 berarti kontraksi.

Tetapi tetap saja melihat penurunan drastis tersebut terlihat terjadi pelambatan aktivitas sektor manufaktur yang signifikan di Jepang di kuartal pertama.


Sektor non-manufaktur Jepang menunjukkan kinerja lebih baik, meski juga menunjukkan hal yang sama, melambat. Data indeks Tankan Non-Manufaktur dirilis sebesar 21 turun dibandingkan sebelumnya 24.

Data-data tersebut mengonfirmasi prediksi BOJ yang menyatakan ekonomi Jepang mengalami pelambatan.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(prm)

Let's block ads! (Why?)



https://ift.tt/2V9ROPc
April 01, 2019 at 03:19PM

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Baru Dibuka, Yen Langsung Keok ke Level Terlemah 8 Hari"

Post a Comment

Powered by Blogger.