
Negosiasi dagang AS-China yang akan digelar pada pekan ini membuat investor pasar saham grogi. Pada Kamis dan Jumat pekan ini (28-29 Maret), Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dijadwalkan bertandang ke China untuk bernegosiasi dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He.
Negosiasi kali ini menjadi amat penting mengingat sebelumnya ada pemberitaan yang menyebut bahwa pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akan diundur hingga Juni, membuat negosiasi dagang kedua negara menjadi berlarut-larut.
Jika kesepakatan tak juga bisa dicapai, perang dagang yang kini terjadi justru akan tereskalasi.
Sejauh ini, perang dagang yang berkecamuk antar kedua negara terlihat jelas sudah menyakiti perekonomian masing-masing.
Di China misalnya, belum lama ini ekspor periode Februari 2019 diumumkan terkontraksi sebesar 20,7% secara tahunan, jauh lebih dalam dibandingkan konsensus yang hanya memperkirakan penurunan sebesar 4,8% YoY, seperti dilansir dari Trading Economics.
Sementara itu, impor turun hingga 5,2%, juga lebih dalam dari ekspektasi yakni penurunan sebesar 1,4%.
Kemudian di AS, pembacaan awal untuk data Manufacturing PMI periode Maret versi Markit diumumkan di level 52,5, lebih rendah dari ekspektasi di level 53,5, seperti dilansir dari Trading Economics.
Jika perang dagang terealisasi, maka perekonomian kedua negara akan semakin tertekan.
TIM RISET CNBC INDONESIA
(ank/tas)
https://ift.tt/2YkVbor
March 25, 2019 at 04:29PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Negosiasi Dagang Bikin Grogi, Indeks Shanghai Anjlok 1,46%"
Post a Comment