
Jika ditelusuri, pendapatan terbesar BLTA dari bisnis </span></span>kapal kimia senilai US$ 21,37 juta, naik tipis dari 2017 sebesar US$ 21,36 juta, sementara sisanya dari kapal gas US$ 3,49 juta, turun dari 2017 sebesar US$ 3,82 juta.
Padahal sebagai perbandingan, tahun 2017, BLTA juga mengalami penurunan bisnis kapal gas secara signifikan, dari US$ 9,10 juta pada 2016 menjadi US$ 3,82 juta pada 2017.
Kontributor pendapatan terbesar (lebih dari 10%) masih dari PT Pertamina (Persero) North Cape Ventures Ltd yang masing-masing bernilai sebesar US$ 8,2 juta dan US$ 2,7 juta atau 32% dan 11% dari total pendapatan usaha konsolidasi BLTA. Adapun pada 2017, dua klien terbesar BLTA yakni Pertamina dan Shell Indonesia.
(tas/prm)
https://ift.tt/2tTazKM
March 06, 2019 at 07:51PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Setelah Merugi, Berlian Laju Tanker Cetak Laba Rp 76 M"
Post a Comment