Tim Riset CNBC Indonesia memprediksi IHSG akan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat, Senin ini. Analisis tersebut berdasarkan perkembangan pasar dan hasil analisis secara teknikal.
Indeks berpotensi mengikuti jejak Wall Street di Amerika Serikat (AS). Secara mingguan, Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 1,3%, S&P 500 menguat lebih tinggi 1,6%, sementara Nasdaq Composite juga melambung 1,4% sepanjang pekan lalu.
Rilis data ekonomi AS oleh Kementerian Ketenagakerjaan AS yaitu penciptaan lapangan kerja nonpertanian (non-farm payroll) cukup menggembirakan. Penciptaan lapangan pekerjaan di Januari 2019 sebesar 304.000. Jauh lebih tinggi ketimbang konsensus pasar yang memperkirakan tambahan 165.000.
Sementara dari dalam negeri, IHSG terangkat hingga 0,86% pada pekan lalu. Sektor keuangan menopang kenaikan tersebut setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve mempertahankan suku bunganya dan mengatakan akan bersabar menaikkan bunga acuan. Pelaku pasar meyakini langkah tersebut akan diikuti Bank Indonesia (BI) dengan menahan suku bunganya yang berpotensi menggairahkan dunia usaha.
Secara teknikal, IHSG juga masih di jalur tren naik (uptrend). Merujuk pada indikator teknikal rerata pergerakan konvergen dan divergen (moving average convergence divergence/ MACD) masih pada posisi golden cross atau masih memiliki menguat.
Sumber Refinitiv |
Potensi kembali menguat juga masih terlihat, yaitu dari posisinya yang bergerak di atas rata-rata nilainya selama lima hari (moving average five/MA5) atau dalam jangka pendek masih bullish.
Level penghalang kenaikan (resistance) yang perlu dicermati masih berada di level 6.600. Adapun penahan penurunannya (suppport) masih berada di 6.500. Indeks juga akan mendapatkan sentimen positif dari perkembangan perang dagang. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menyampaikan optimismenya mengenai kesepakatan dagang dengan China.
"Sepertinya proses pembuatan kesepakatan dengan China berjalan dengan baik," ujar Trump setelah delegasi kedua negara melakukan pertemuan tingkat tinggi pekan lalu, dilansir dari AFP.
Kedua belah pihak sedang diburu tenggat waktu 1 Maret untuk merampungkan perjanjian dagang mereka sebelum AS menaikkan bea impor terhadap produk China dari 10% menjadi 25% bila kesepakatan tak juga tercapai.
TIM RISET CNBC INDONESIA
(yam/prm)
http://bit.ly/2S5Hc6q
February 04, 2019 at 03:19PM
Bagikan Berita Ini
Sumber Refinitiv
0 Response to "Tetap Semangat! Masih Ada Harapan IHSG Kembali Menguat"
Post a Comment