Search

Menkeu AS: Kesepakatan dengan China Kian Dekat

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Amerika Serikat AS) Steven Mnuchin mengatakan pemerintah AS semakin dekat dengan kesepakatan perdagangan yang sangat dinanti dengan China dan berharap Maret ini ada kemajuan berarti.

"Kesepakatan itu belum selesai tetapi kami telah membuat banyak kemajuan," kata Mnuchin kepada Hadley Gamble dari CNBC Internasional dalam sebuah wawancara yang disiarkan di "Squawk on the Street" Kamis, (28/2/2019).

"Kami masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan, dan kami berharap akan membuat kemajuan bulan ini [Maret]." Seperti dilansir dari cnbc.com, Jumat (01/03/2019).

AS Berharap Maret Ini Ada KemajuanFoto: Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, Menteri Keuangan Steven Mnuchin, Menteri Perdagangan Wilbur Ross, penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow dan penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro berpose untuk foto dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He, wakil menteri China dan pejabat senior sebelum dimulainya Pembicaraan perdagangan AS-Cina di Gedung Putih di Washington, AS, 21 Februari 2019. (REUTERS / Joshua Roberts)

Mnuchin bersama dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer sedang membuat dokumen perjanjian yang lebih detail berkaitan dengan komitmen yang perlu dilakukan oleh pemerintah China di Beijing. Mnuchin menggarisbawahi bahwa diskusi ini telah berlangsung selama dua tahun, sejak pertemuan puncak pertama antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu telah terjebak dalam kebuntuan kesepakatan, termasuk soal transfer teknologi dan kekayaan intelektual secara paksa.

Dalam pernyataan pekan lalu, Gedung Putih menegaskan negosiasi antara kedua negara dilakukan guna mencapai perubahan struktural yang diperlukan di China yang mempengaruhi perdagangan antara AS dan China. "Harus ada perubahan struktural nyata," kata Mnuchin.


Gedung Putih dan parlemen "benar-benar bersatu" dalam diskusi-diskusi mengenai kesepakatan damai dagang dengan China ini. Pekan lalu, Presiden Trump dan Perwakilan Dagang Robert Lighthizer juga berdebat di depan wartawan, dan perwakilan China yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Liu He. Perdebatan itu mengenai apakah "nota kesepahaman" adalah ungkapan yang tepat untuk melabeli perjanjian antara AS dan China.

"Baik itu saya sendiri, atau Duta Besar Lighthizer, Sekretaris Ross [Sekretaris Perdagangan AS Wilbur Ross], Larry Kudlow [penasihat ekonomi Gedung Putihatau Peter Navarro [penasihat perdagangan Gedung Putih], kita semua bekerja sangat erat bersama dan kami memiliki visi yang sama dalam melaksanakan dan mendapatkan kesepakatan yang nyata," kata Mnuchin.

Komentar tersebut datang sehari setelah Duta Besar Lighthizer berbicara di hadapan Komite Perpajakan Komite Perpajakan House of Representatives (House Ways and Means Committee) bahwa China perlu melakukan lebih dari sekadar membeli barang-barang AS untuk mencapai kesepakatan perdagangan yang langgeng.

Dalam laporannya, Wall Street Journal menulis bahwa Lighthizer dan Gedung Putih mengabaikan rencana dalam menaikkan tarif barang-barang China.

Direktur Dewan Ekonomi Nasional Larry Kudlow juga optimistis dalam suatu kesepakatan. Kudlow mengatakan dalam wawancara terpisah pada Kamis kemarin bahwa AS dan China membuat kemajuan "fantastis" menuju kesepakatan.

Kudlow mengatakan bahwa China menyatakan kesediaannya untuk mencegah pencurian kekayaan intelektual dan membuat perubahan struktural utama lainnya. Setelah pernyataan Kudlow ini, pihak AS pun secara singkat mengupas beberapa kerugian yang diderita Negeri Paman Sam itu dengan adanya pencurian kekayaan intelektual.


Simak ulasan The Fed, bank sentral AS, soal ekonomi AS.

[Gambas:Video CNBC] (tas)

Let's block ads! (Why?)



https://ift.tt/2Nzcq0c
March 01, 2019 at 05:23PM

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Menkeu AS: Kesepakatan dengan China Kian Dekat"

Post a Comment

Powered by Blogger.