
Maryono mengatakan untuk menentukan porsi kepemilikan saham akan dilakukan penilaian aset-aset yang di-inbreng-kan kepada LinkAja. Setelah itu, ditentukan besaran saham yang akan diberikan kepada masing-masing pemegang saham.
Maryono menambahkan dalam memenuhi kepemilikan 7% tersebut BTN akan suntik modal ke LinkAja, baik dalam bentuk tunai maupun biaya pengembangan IT yang sudah dikapitalisasi.
"Bank BTN mendapatkan saham sebesar 7% yang akan dieksekusi dengan dua pilihan. Pertama, BTN membentuk Perusahaan Modal Ventura (PMV) yang akan dibentuk akhir tahun ini, dengan nilai pendirian yang sudah kami siapkan dalam RBB 2019 sekitar Rp 150 miliar atau pilihan kedua adalah lewat PMV lain dan kami membeli produk dana ventura khusus LinkAja ," kata Maryono.
Menurut Maryono, Bank BTN termasuk beruntung dengan adanya sinergi yang dilakukan Himbara dan BUMN lain yaitu Telkom, Pertamina, serta Jiwasraya dalam LinkAja, karena system pembayaran non tunai yang dikembangkan oleh perusahaan patungan BUMN tersebut yaitu PT Fintek Karya Nusantara atau Finarya dapat memberikan kemudahan bagi nasabah.
"Ini juga bentuk kerjasama kami agar tidak kalah bersaing dengan fintech lain yang sudah bergelut di system pembayaran QR," kata Maryono.
BTN Incar Manajer Investasi dan Asuransi di 2019
[Gambas:Video CNBC]
(dru)
https://ift.tt/2tO4QWz
March 06, 2019 at 02:46AM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Begini Cara BTN Miliki 7% Saham di LinkAja"
Post a Comment