
Sentimen pada perdagangan hari ini memang bisa dibilang bercampur aduk. Berbicara mengenai sentimen positif, yang paling kuat adalah aura damai dagang AS-China. Dalam pidato State of the Union yang disampaikan oleh Presiden AS Donald Trump, dirinya menyatakan rasa hormat kepada Presiden China Xi Jinping. Washington pun siap membuat kesepakatan dagang dengan China.
"Akhirnya kita mampu memperjelas posisi dengan China. Saya tidak menyalahkan China, ini adalah kesalahan pemimpin dan legislatif kita. Sekarang kami sedang bekerja untuk mencapai kesepakatan dengan China," papar Trump dalam pidatonya.
Menyusul pidato Trump, delegasi AS memastikan akan bertolak ke Beijing pada pekan depan untuk melanjutkan dialog dagang.
"(Kepala Perwakilan Dagang AS) Robert Lighthizer dan saya bersama tim akan bertolak ke Beijing pekan depan. Kami berkomitmen untuk melanjutkan dialog, bekerja dengan segala upaya untuk mencapai kesepakatan. Itu yang menjadi tujuan kami," ungkap Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dalam wawancara bersama CNBC International.
Sejauh ini, perekonomian kedua negara terlihat jelas sudah tersakiti oleh perang dagang yang berkecamuk. Jika damai dagang secara permanen bisa dicapai, tentu laju perekonomian keduanya, berikut perekonomian dunia, bisa dipacu lebih kencang.
Beralih ke sentimen negatif, ada potensi bahwa pemerintahan AS akan kembali mengalami shutdown. Belum lama ini, pemerintahan AS kembali dibuka setelah mengalami shutdown selama 35 hari lantaran anggaran belanja negara tak mampu diloloskan di Kongres.
Ketidaksepahaman terkait anggaran pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko antara Partai Demokrat dan Republik menjadi masalah yang mengganjal. Presiden AS Donald Trump kemudian menyetujui anggaran sementara tanpa anggaran pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko yang akan membuat pemerintahan AS beroperasi secara penuh hingga tanggal 15 Februari.
Dalam pidato State of the Union, Trump kembali bersumpah untuk membangun tembok perbatasan AS-Meksiko. Dirinya mendesak Partai Demokrat dan Republik agar mencapai kesepakatan sebelum tanggal 15 Februari.
"Di masa lalu, sebagian besar orang di ruangan ini memilih membangun tembok, tetapi tembok yang tepat tidak pernah dibangun. Saya akan membuatnya dibangun," kata Trump dalam pidatonya, dilansir dari Reuters.
Trump sebelumnya telah mengatakan bahwa dirinya tak segan untuk menutup lagi pemerintahan bila ia tidak mendapatkan dana pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko yang ia minta.
Sentimen negatif juga datang dari rilis data ekonomi. Pada hari ini, pembacaan awal untuk data Coincident Index Jepang periode Desember 2018 diumumkan di level 102,3, turun dari capaian bulan November yang sebesar 102,9, seperti dilansir dari Trading Economics. Data ini merupakan statistik yang menggambarkan kondisi perekonomian Jepang.
TIM RISET CNBC INDONESIA (ank/hps)
http://bit.ly/2UQ2Qsp
February 08, 2019 at 12:55AM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Sentimen Bercampur Aduk, Bursa Saham Asia Berakhir Mixed"
Post a Comment