
Kinerja IHSG senada dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang juga ditransaksikan di teritori negatif: indeks Nikkei turun 0,66%, indeks Straits Times turun 0,13%, dan indeks Kospi turun 0,29%.
Revisi ke bawah atas target pertumbuhan ekonomi China masih menjadi hal yang membebani bursa saham Benua Kuning. Kemarin (5/3/2019), Perdana Menteri Li Keqiang dalam pertemuan tahunan parlemen China mengumumkan bahwa target pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2019 dipangkas menjadi ke kisaran 6%-6,5%. Sebelumnya, target pertumbuhan ekonomi tahun 2019 dipatok di kisaran 6,5%.
Jika yang terealisasi nantinya adalah target pertumbuhan ekonomi di batas bawah (6%), maka itu akan menjadi pertumbuhan ekonomi terlemah dalam nyaris 3 dekade.
Di sisi lain, gelontoran stimulus fiskal yang diberikan oleh pemerintah China sempat berhasil mengangkat kinerja bursa saham regional pada saat pembukaan perdagangan hari ini, namun hal tersebut tak bertahan lama.
Bersamaan dengan diumumkannya pemangkasan target pertumbuhan ekonomi, kemarin China juga mengumumkan pemotongan tingkat pajak dan biaya untuk korporasi senilai hampir 2 triliun yuan (US$ 298,31 miliar atau sekitar Rp 4.222 triliun). Stimulus fiskal tersebut diarahkan untuk mendukung pertumbuhan di sektor manufaktur, transportasi, dan konstruksi.
Kemudian, pemerintah China juga menaikkan batas atas penerbitan obligasi oleh daerah dari CNY 1,35 triliun pada 2018 menjadi CNY 2,15 triliun pada tahun ini. Tujuannya adalah agar daerah tetap mampu menjaga kinerja pembangunannya masing-masing.
Nasib perang dagang dengan AS yang belum jelas membuat pelaku pasar khawatir bahwa perekonomian China akan tetap mengalami hard landing. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan bahwa Presiden AS Donald Trump bisa saja membatalkan kesepakatan dagang dengan China jika hasilnya tidak menguntungkan.
"Ya," kata Pompeo ketika menjawab pernyataan apakah Trump bisa meninggalkan perundingan jika hasilnya tidak memuaskan.
"Perkembangan (perundingan dengan China) memang baik, tetapi harus benar. Ini harus berguna bagi AS, jika tidak maka akan kami paksakan terus. Kami akan mencoba mendapatkan hasil yang baik, saya percaya itu bisa," lanjutnya, seperti dikutip dari Reuters.
Belum lama ini, Trump memutuskan untung menarik diri dari negosiasi terkait denuklirisasi dengan Korea Utara. Pelaku pasar khawatir bahwa hal serupa nantinya akan terulang dengan China.
TIM RISET CNBC INDONESIA (ank/hps)
https://ift.tt/2XAaKIx
March 06, 2019 at 04:44PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Dibuka Menguat, IHSG Langsung Banting Setir ke Zona Merah"
Post a Comment