Search

Wah, Santa Claus Rally Juga Hampiri Pasar Minyak Mentah

Jakarta, CNBC Indonesia - Santa Claus Rally nyatanya tak hanya menghampiri pasar saham saja, tetapi juga membuat harga minyak naik. Walau harga minyak melandai pada perdagangan hari ini, Senin (30/12/2019), dalam sepekan kemarin harga minyak naik hingga 2%.

Senin ini harga minyak mentah berjangka jenis Brent berada di posisi US$ 68,2/barel atau naik 0,06%. Sementara harga minyak mentah acuan Amerika Serikat WTI tetap berada di level US$ 61,72/barel.

Pekan lalu Energy Information Administration (EIA) mengumumkan penurunan pada persediaan minyak mentah Amerika . Untuk periode mingguan yang berakhir pada 20 Desember, stok turun 5,5 juta barel menjadi 441,4 juta barel, jauh melebihi prediksi analis yang meramal penurunan hingga 1,7 juta barel.


"Persediaan masih bullish " kata Josh Graves, ahli strategi pasar senior di RJO Futures yang berbasis Chicago, melansir Reuters. Reli pasar saham akhir tahun juga membantu mengangkat harga minyak karena sentimen konsumen terus membaik, katanya.

"Ini reli Santa Claus. Orang cenderung membeli lebih banyak barang yang secara tidak langsung akan menaikkan harga minyak," kata Graves.

Indeks saham A.S. ditutup naik pada hari Jumat, dengan indeks S&P 500 hampir mencatatkan tahun terbaiknya sejak tahun 1997. Nasdaq melewati angka 9.000 poin untuk pertama kalinya pada hari Kamis.


Volume perdagangan minyak menipis. Namun pasar minyak merespon positif data terbaru laba korporasi perusahaan China. Menurut Biro Statistik Nasional menunjukkan laba perusahaan-perusahaan China naik pada laju tercepat dalam delapan bulan pada November.

Sentimen positif lain adalah China dan Amerika Serikat sepakat mendinginkan perang dagang yang berlangsung dalam 18 bulan tahun ini. AS membatalkan penerapan tarif 15% pada produk impor asal China senilai US$ 160 miliar. Sementara China berkomitmen untuk meningkatkan pembelian produk pertanian AS dalam.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, yang dikenal sebagai OPEC +, bulan ini memutuskan untuk memperpanjang kesepakatan pembatasan produksi minyak sampai akhir Maret dan memperdalam pemotongan produksi minyak hingga 1,7 juta bpd untuk menyeimbangkan pasar minyak.

Santa Claus Rally Juga Hampiri Pasar Minyak Mentah LhoFoto: OPEC & Sekutu Pangkas Produksi Minyak (CNBC Indonesia TV)

Namun, OPEC + mungkin mempertimbangkan untuk mengakhiri pengurangan produksi minyak mereka pada tahun 2020, Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan pada hari Jumat.

Selain itu, menurut laporan perusahaan jasa perminyakan Baker Hughes, total rig yang aktif hingga 27 Desember mencapai 677, turun 208 rig dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 885.

Penurunan jumlah rig merupakan salah satu upaya untuk mengurangi biaya pengeboran terbaru. Walaupun jumlah rig turun, output minyak meningkat karena terjadi peningkatan produktivitas pengeboran pada rig yang masih tersisa.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]


(twg/tas)

Let's block ads! (Why?)



https://ift.tt/36asw8S
December 30, 2019 at 05:09PM

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Wah, Santa Claus Rally Juga Hampiri Pasar Minyak Mentah"

Post a Comment

Powered by Blogger.