Search

Tak Gentar Ekonomi Lesu, 400 Juta Warga China Mudik Imlek

Jakarta, CNBC Indonesia - Hotel-hotel, maskapai penerbangan, dan agen perjalanan di Asia sedang bersiap-siap kedatangan wisatawan China selama Tahun Baru China atau Imlek minggu ini.

Para konsumen diperkirakan tidak akan meninggalkan rencana liburan mereka meskipun ekonomi melambat dan berbagai ketidakpastian membayangi negaranya.

Agen perjalanan dan otoritas pariwisata di Thailand dan Jepang, dua tujuan teratas bagi turis China, mengatakan pemesanan tahun ini akan menjadi migrasi manusia tahunan terbesar di dunia.


Ctrip, platform perjalanan online terbesar China, mengatakan pemesanannya menunjukkan bahwa pelancong memilih paket perjalanan individu yang relatif lebih mahal daripada tur kelompok yang lebih murah.

Tak Gentar Ekonomi Lesu, 400 Juta Warga China Mudik ImlekFoto: Seorang pria membawa barang-barangnya saat dia berjalan di antara penumpang pada hari pertama dari perjalanan Festival Musim Semi tahunan menjelang Tahun Baru Imlek Cina, di sebuah stasiun kereta api di Jiaxing, provinsi Zhejiang, Cina 21 Januari 2019. REUTERS / Stringer

China terperangkap dalam pertumbuhan ekonomi yang melambat dengan tingkat utang yang melumpuhkan dan membebani perusahaan-perusahaannya serta perang dagang dengan Amerika Serikat (AS) yang menghantam ekspor.

Tahun lalu, penjualan kendaraan baru turun untuk kali pertama dalam 28 tahun. Tetapi konsumen China masih bersemangat untuk mendapatkan pengalaman baru yang mahal, baik di dalam maupun di luar negeri.


Lebih dari 400 juta warga China diperkirakan akan melakukan perjalanan saat Imlek, naik dari 386 juta pada tahun lalu, menurut data yang dikumpulkan oleh Ctrip. Sekitar 7 juta diperkirakan akan melakukan perjalanan ke luar negeri, naik dari sekitar 6,5 juta pada tahun 2018.

Di antara mereka yang mendaftar melakukan perjalanan melalui platform perjalanan Ctrip, 48% memilih tur non-grup, seperti perjalanan individual, perjalanan khusus atau tur grup pribadi yang dapat diatur oleh dua orang. Level ini meningkat, karena "cara perjalanan yang lebih personal" menjadi populer, kata juru bicara perusahaan, dilansir dari Nikkei Asian Review, Senin (4/2/2019).

"Biaya tur grup pribadi umumnya sekitar 23% lebih tinggi daripada tur grup reguler," kata Xiao Yinyuan, kepala bisnis wisata outbound Ctrip.

Di segmen premium, pemesanan di Ctrip mengalami kenaikan lebih dari dua kali lipat selama liburan tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

Tak Gentar Ekonomi Lesu, 400 Juta Warga China Mudik ImlekFoto: Penumpang tiba di Stasiun Kereta Api Beijing saat perjalanan wisata Festival Musim Semi tahunan dimulai menjelang Tahun Baru Imlek China, di Beijing, Cina 21 Januari 2019. REUTERS / Jason Lee

Administrasi Penerbangan Sipil China memperkirakan kenaikan tajam dalam penjualan tiket pesawat. Selama 40 hari perjalanan dari 21 Januari hingga 1 Maret, pelancong diperkirakan melakukan 73 juta perjalanan domestik dan internasional, naik 12% secara tahunan.

Salah satu maskapai terbesar China, China Southern Airlines, memperkirakan akan mengangkut lebih dari 12 juta penumpang pada periode tersebut, naik 4% dari 2018.

Perusahaan ini sementara melakukan penambahan jumlah penerbangan hingga hampir 5.300, di mana 500 didedikasikan di rute internasional, termasuk penerbangan antara Guangzhou/ Shenzhen dan Asia Tenggara.

China Eastern Airlines juga menambahkan penerbangan tambahan pada bulan Februari, termasuk rute antara Shanghai dan Nagoya, Jepang.

Pelancong keluar China telah memesan tur di lebih dari 96 negara dan wilayah, data Ctrip menunjukkan, dengan jangkauan terjauh yaitu Antartika. Thailand tetap menjadi tujuan paling populer di kalangan warga China tahun ini, diikuti oleh Jepang.

Tak Gentar Ekonomi Lesu, 400 Juta Warga China Mudik ImlekFoto: Para lelaki mengerjakan patung babi sebagai persiapan untuk Tahun Baru Imlek Babi China yang akan datang, di distrik Changping, Beijing, 24 Januari 2019.

Terlepas dari perang perdagangan China dengan AS, negara-negara bagian di Amerika utara masih tetap menjadi destinasi jangka panjang yang paling banyak dipesan.

"Sekitar 1,2 juta turis China diperkirakan akan datang selama perayaan Tahun Baru China, naik hampir 10% dari periode yang sama tahun lalu," kata Chairat Trirattanajarasporn, presiden Tourism Council of Thailand (TCT).

Ia menambahkan bahwa sekitar 90 % hotel di Bangkok dan kota-kota besar lainnya telah dipesan sebelum Tahun Baru.

"Durasi rata-rata adalah sekitar lima hingga tujuh hari per perjalanan, yang kemungkinan sama dengan tahun lalu. Namun, pengeluaran cenderung meningkat dan kami mencoba menarik mereka menghabiskan lebih banyak uang selama perjalanan mereka ke Thailand," kata Chairat.

Saat ini, turis China menghabiskan sekitar 50.000 baht per kepala per perjalanan, naik dari sekitar 40.000 baht pada periode yang sama tahun lalu. Namun, TCT mengatakan pihaknya memperkirakan belanja turis China akan meningkatkan hingga mencapai 53.000 baht per kepala per perjalanan tahun ini.

Agen perjalanan Jepang JTB mengatakan pemesanan untuk Tahun Baru China dari China, Taiwan, dan Hong Kong telah melonjak 14% pada tahun lalu.


"Turis dari China sekarang cenderung pergi ke tempat favorit warga lokal dan kadang tujuan wisata mewah," kata juru bicara perusahaan.

Hampir 800 kamar di Hoshino Resorts Tomamu, sebuah resor ski di Hokkaido, telah dipesan hingga pertengahan Februari. Sekitar 60% pelanggannya berasal dari luar negeri, termasuk Hong Kong, Singapura, dan China.

"Jumlah tamu China hampir tiga kali lipat dalam lima tahun, dan memiliki peningkatan yang tertinggi dibanding negara lainnya," kata seorang juru bicara.

Simak video mengenai ekonomi China yang tak lagi perkasa.

(prm)

Let's block ads! (Why?)



http://bit.ly/2Stsp4I
February 04, 2019 at 10:05PM

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "Tak Gentar Ekonomi Lesu, 400 Juta Warga China Mudik Imlek"

Post a Comment

Powered by Blogger.