
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan emiten masih memiliki waktu sampai dengan dua hari ke depan untuk merilis laporan keuangan.
"Dari total 140 emiten tercatat laba bersih bertambah sebesar 8% atau setara dengan Rp 19 triliun. Total laba naik dari Rp 230 triliun menjadi Rp 248 triliun," kata Yetna di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (29/3).
Dari segi pendapatan, terjadi pertumbuhan sebesar 12% (bertambah Rp 123 triliun) dari Rp 1.725 triliun menjadi Rp 1.965 triliun.
Adapun di pos aset terjadi kenaikan 9% (bertambah Rp 624 triliun) dari Rp 6.793 triliun terkerek naik menjadi Rp 7.416 triliun.
Di pos ekuitas, ada pertumbuhan sebesar 8% atau sebesar Rp 152 triliun, naik dari Rp 1.821 triliun menjadi Rp 1.974 triliun.
Jika dielaborasi lebih dalam dari segi sektoral, sektor pertambangan mengalami pertumbuhan paling tinggi mencapai 23% dan disusul oleh sektor perdagangan, jasa, dan investasi yang naik 17%.
Sektor yang mengalami penurunan laba bersih antara lain di sektor agribisnis dengan penurunan kinerja sebesar 61%, sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi turun 33% dan industri dasar juga ikut turun sebesar 8%.
Di sisi lain, sektor aneka industri (miscellaneous industry), konsumer (consumer goods), keuangan dan properti, real estate dan konstruksi bangunan mencatat pertumbuhan stabil.
(tas)
https://ift.tt/2CLS2ok
March 30, 2019 at 01:32AM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Baru 140 Emiten Lapor Kinerja, Sektor Tambang Paling Positif"
Post a Comment