
Selama sepekan, harga batu bara turun sebesar 1,01% secara point-to-point. Sedangkan sejak awal tahun harganya juga tercatat melemah 8,33%.
Meskipun menguat secara terbatas, harga batu bara masih mendapat tekanan dari peningkatan pasokan di China.
Setelah sebelumnya sempat ditutup selama sekitar satu bulan, beberapa tambang batu bara domestik di China telah beroperasi kembali. Sehingga dalam waktu dekat akan ada tambahan pasokan di Negeri Tirai Bambu.
Mengingat China merupakan konsumen batu bara utama di dunia, maka akan berdampak cukup signifikan terhadap keseimbangan fundamental (pasokan-permintaan) di pasar global.
Selain itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh PT Mirae Asset Indonesia, stok batu bara pada enam pembangkit listrik utama di China masih pada level yang 'cukup' di minggu yang berakhir pada 8 Maret.
Pembakaran batu bara pada pembangkit listrik tersebut juga tercatat turun 6,5 juta ton secara mingguan. Mirae Asset juga memperkirakan harga batu bara masih akan terus turun pada minggu ini.
TIM RISET CNBC INDONESIA (taa/hps)
https://ift.tt/2HJ7WmU
March 21, 2019 at 03:55PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Meski Rebound Tipis, Harga Batu Bara Masih Banyak Tekanan"
Post a Comment