
Ketiganya yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Bank-bank pelat merah itu masuk urutan 5 posisi tertinggi untuk net foreign buy. Total aksi beli investor asing untuk tiga bank tersebut mencapai Rp 118,04 miliar.
Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), jika dilihat lebih detail, BMRI tidak hanya membukukan net foreign buy yang tinggi yakni mencapai Rp 64,31 miliar, tapi volume transaksi emiten ini juga meningkat 10% menjadi 47,48 juta unit saham. Padahal rata-rata transaksi hariannya hanya 43,08 juta unit saham.
Pada penutupan bursa kemarin, harga saham BMRI hanya naik tipis 1,08%) ke Rp 7.075/saham.
Lebih lanjut, lonjakan nilai transaksi BMRI pada perdagangan kemarin tampaknya lebih dikarenakan tingginya keyakinan pasar akan keputusan Bank Mandiri untuk membeli porsi saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) yang dimiliki oleh Bank Standard Chartered (Stanchart).
StandChart memiliki 44,56% saham BNLI atau sekitar 12,49 miliar saham. Dua pekan lalu (27/2/2019), Stanchart melalui situs resmi perusahaan, menginformasikan akan melepas seluruh kepemilikan BNLI sebagai langkah perusahaan untuk mengurangi aset tertimbang menurut risiko sebesar US$ 9 miliar.
Akan tetapi, pasar juga optimistis akan kinerja bank BUMN dengan kapitalisasi Rp 330 triliun ini. Pasalnya, tahun lalu BMRI berhasil membukukan laba bersih Rp 25 triliun (21% YoY) setelah di tahun-tahun sebelumnya hanya dapat memperoleh laba bersih di kisaran Rp 20 triliun.
Rasio kredit bermasalah juga turun ke angka 0,67%, lebih rendah dari 2017 yang mencapai 1,07%.
(dwa/tas)
https://ift.tt/2UnpFnm
March 08, 2019 at 12:24AM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Sehari, 3 Bank BUMN Ini Diborong Asing Rp 118,04 M"
Post a Comment