
Saham-saham yang berkontribusi signifikan dalam mendorong penguatan IHSG di antaranya PT Semen Indonesia Tbk/SMGR (+2,02%), PT Adaro Energy Tbk/ADRO (+3,25%), PT Bank Central Asia Tbk/BBCA (+0,18%), PT Perusahaan Gas Negara Tbk/PGAS (+2,13%), dan PT Indonesian Paradise Property Tbk/INPP (+13,29%).
IHSG berhasil menguat kala bursa saham utama kawasan Asia berguguran: indeks Nikkei anjlok 1,19%, indeks Shanghai turun 0,37%, indeks Hang Seng melemah 0,58%, indeks Straits Times terkoreksi 0,75%, dan indeks Kospi terpangkas 0,66%.
Kabar buruk yang datang dari Benua Biru membuat bursa saham Asia ditinggalkan investor.
Selasa kemarin (12/3/2019) waktu setempat atau Rabu (13/3/2019) waktu Indonesia, revisi proposal Brexit yang diajukan Perdana Menteri Inggris Theresa May ditolak oleh parlemen.
Seperti dilansir CNBC International, hanya terdapat 242 anggota parlemen yang mendukung proposal dari May, sedangkan mayoritas atau 391 anggota parlemen menolak. Ini jelas merupakan pukulan telak bagi May karena pada pemungutan suara pertama yang digelar bulan Januari, May juga kalah dengan skor 432 melawan 202.
Senin lalu, (11/3/2019), May berhasil mengamankan revisi kesepakatan Brexit dengan Uni Eropa. Revisi yang dimaksud akan memberikan jaminan bahwa klausul backstop, jika diaktifkan, tak akan berlaku selamanya.
Namun, Jaksa Agung Inggris Geoffrey Cox tak sependapat. Menurut Cox, revisi kesepakatan Brexit tak memberikan kekuatan hukum bagi Inggris untuk keluar dari klausul backstop secara sepihak.
Backstop merupakan klausul yang akan diimplementasikan jika Inggris dan Uni Eropa tak bisa menyepakati kesepakatan dagang dalam masa transisi selama 21 bulan setelah Brexit resmi dimulai pada akhir bulan ini. Klausul ini dibuat untuk mencegah adanya hard border antara Irlandia Utara (yang merupakan bagian dari Inggris) dan Irlandia (yang merupakan anggota Uni Eropa).
Backstop menjadi masalah lantaran ada ketidakjelasan mengenai implementasinya. Bisa saja itu diterapkan selamanya walau nanti Inggris-Uni Eropa berhasil menyepakati kesepakatan dagang. Jika ini yang terjadi, maka Inggris akan selamanya menjadi bagian dari Uni Eropa dan tak benar-benar independen.
Dengan kembali ditolaknya proposal Brexit oleh parlemen, masa depan Inggris menjadi tak pasti. No-Deal Brexit alias perpisahan Inggris-Uni Eropa tanpa kesepakatan kini menjadi risiko yang nyata dan diperhitungkan oleh pelaku pasar.
Pemungutan suara terkait dengan apakah No-Deal Brexit akan ditempuh akan dilakukan pada hari ini waktu setempat.
(ank/tas)
https://ift.tt/2TFTvX9
March 13, 2019 at 07:54PM
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Top! IHSG Menghijau Sendirian, Bursa Asia Berguguran"
Post a Comment